LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Implementasi Building Information Modeling (BIM) menjadi semakin penting untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi perhitungan volume dan estimasi biaya pada proyek infrastruktur berskala besar. Studi ini mengevaluasi 5D BIM menggunakan Allplan Engineering untuk pekerjaan struktur jembatan gelagar (pilecap, pier, dan pierhead) dalam proyek Jalan Tol IKN, Segmen Karang Joang–KKT Kariangau, serta membandingkan hasilnya dengan data Quantity Surveyor (QS) dan perhitungan ulang manual berdasarkan gambar Detailed Engineering Design (DED). Menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif, penelitian ini mengembangkan model 3D dari data DED dan melakukan ekstraksi kuantitas berbasis BIM serta estimasi biaya menggunakan harga satuan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian yang erat antar metode, dengan total perbedaan di bawah 1% untuk kuantitas dan biaya tulangan serta beton. Dibandingkan dengan QS, hasil BIM 0,17% lebih rendah untuk tulangan dan 0,17% lebih tinggi untuk beton; dibandingkan dengan perhitungan ulang manual, perbedaan berkisar antara sekitar 0,17% hingga 0,23%. Perbedaan pada tingkat item paling jelas terlihat pada Pierhead PH1 (hingga 2,72% untuk beton) dan Pier P1 (hingga 3,02% untuk tulangan). Secara keseluruhan, 5D BIM dalam Allplan Engineering menyediakan output yang andal dan dapat ditelusuri untuk perhitungan volume dan estimasi biaya serta mendukung pembaruan yang lebih cepat selama revisi desain dalam proyek infrastruktur berskala nasional.

Studi ini menunjukkan bahwa analisis volume dan estimasi biaya menggunakan konsep BIM untuk pekerjaan struktur jembatan gelagar menghasilkan kuantitas tulangan 396.Perbandingan dengan analisis Quantity Surveyor (QS) dan perhitungan ulang manual menunjukkan perbedaan total yang sangat kecil, di bawah 1% untuk kuantitas dan biaya tulangan serta beton, menegaskan konsistensi estimasi berbasis BIM dengan metode konvensional.Dengan demikian, 5D BIM menggunakan Allplan Engineering terbukti dapat diandalkan untuk perhitungan volume dan estimasi biaya struktur jembatan, sekaligus menawarkan keuntungan praktis dalam mempercepat pembaruan RAB saat terjadi perubahan desain.

Saran penelitian lanjutan yang mendalam dapat berfokus pada analisis lebih lanjut terhadap sumber perbedaan kuantitas dan biaya pada tingkat item tertentu, seperti yang teridentifikasi pada Pierhead PH1 dan Pier P1 dalam studi ini. Hal ini dapat mencakup investigasi bagaimana berbagai Level of Detail (LOD) dalam model BIM, atau perbedaan interpretasi gambar desain antara berbagai pihak (misalnya perencana dan Quantity Surveyor), memengaruhi akurasi estimasi untuk elemen struktural yang kompleks. Penelitian dapat membandingkan model dengan LOD berbeda atau praktik pemodelan yang bervariasi dengan data aktual di lapangan untuk mengidentifikasi penyebab diskrepansi secara lebih rinci. Selain itu, mengingat potensi besar BIM, studi ke depan dapat mengeksplorasi integrasi data 5D BIM yang akurat dengan dimensi BIM lainnya, seperti 4D untuk penjadwalan proyek yang dinamis atau 6D untuk analisis keberlanjutan. Dengan demikian, akan terlihat bagaimana biaya dapat diselaraskan dengan jadwal konstruksi atau dampak lingkungan, memberikan pandangan holistik pada manajemen proyek. Terakhir, sangat relevan untuk melakukan studi komparatif tentang efektivitas berbagai perangkat lunak BIM yang berbeda dalam estimasi biaya dan volume, serta bagaimana faktor keahlian pengguna dan konsistensi praktik pemodelan memengaruhi hasil yang diperoleh. Penelitian ini akan membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan strategi implementasi yang efektif di berbagai konteks proyek infrastruktur, memastikan pemanfaatan teknologi BIM secara maksimal dan berkelanjutan untuk proyek pembangunan berskala nasional. Fokus pada area ini akan membantu memaksimalkan potensi BIM tidak hanya dalam fase perencanaan, tetapi juga di seluruh siklus hidup proyek.

Read online
File size1.49 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test