POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering tidak terdeteksi namun berisiko menimbulkan komplikasi serius. Pengendalian hipertensi memerlukan intervensi non farmakologis seperti senam hipertensi dan konsumsi jus mentimun. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kota Palembang dengan tujuan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada individu yang mengalami hipertensi. Rangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, pelaksanaan senam hipertensi, serta pemberian jus mentimun sebagai bagian dari intervensi. Hasil pelaksanaan menunjukkan penurunan tekanan darah, di mana rata-rata sistolik turun dari 165 mmHg menjadi 148 mmHg, dan diastolik dari 88 mmHg menjadi 80 mmHg. Program ini mendapat respons positif dari peserta, dan mendorong mereka untuk terus melakukan senam hipertensi serta mengonsumsi jus mentimun secara rutin sebagai bagian dari rutinitas hidup sehat demi mencegah risiko komplikasi tekanan darah tinggi.

Kombinasi senam hipertensi dan konsumsi jus mentimun terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Intervensi ini bersifat sederhana, mudah diterapkan di rumah, dan dapat menjadi alternatif pengelolaan hipertensi secara nonfarmakologis.Untuk menjaga keberlanjutannya, diperlukan pendampingan rutin oleh kader kesehatan dan pemantauan tekanan darah secara berkala.

Pertama, perlu dikaji efektivitas jangka panjang kombinasi senam hipertensi dan jus mentimun terhadap tekanan darah melalui penelitian tindakan kohort selama minimal enam bulan dengan pemantauan periodik. Kedua, penting untuk meneliti variasi dosis dan frekuensi konsumsi jus mentimun dalam kaitannya dengan respons penurunan tekanan darah, agar dapat ditentukan takaran optimal yang praktis dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Ketiga, perlu dikembangkan model pendampingan berbasis komunitas yang libatkan kader kesehatan untuk menguji keberlanjutan perubahan perilaku dalam menjalani gaya hidup sehat pascaketerlibatan dalam program, termasuk kemandirian dalam membuat jus mentimun dan melakukan senam tanpa pengawasan langsung. Pendekatan ini dapat mengungkap faktor pendukung dan penghambat adopsi intervensi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi intervensi ini ke dalam program posbindu terpadu di tingkat kelurahan. Dengan demikian, dapat diperoleh strategi berkelanjutan yang terjangkau dan adaptif terhadap karakteristik lokal. Pemahaman mendalam terhadap pola kepatuhan dan motivasi masyarakat akan sangat membantu dalam merancang intervensi kesehatan yang lebih efektif. Melalui pendekatan penelitian partisipatif, masyarakat dapat dilibatkan aktif dalam pengembangan solusi kesehatan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan bagi kebijakan promosi kesehatan di daerah serupa. Penelitian semacam ini juga membuka peluang untuk mengukur dampak ekonomi dari intervensi pencegahan nonfarmakologis terhadap beban biaya penyakit hipertensi.

  1. TERAPI JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI | Setiawan | Jurnal Ilmu... ejr.umku.ac.id/index.php/jikk/article/view/1300TERAPI JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Setiawan Jurnal Ilmu ejr umku ac index php jikk article view 1300
  2. DOI Name 10.1016 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1016DOI Name 10 1016 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1016
Read online
File size1008.5 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test