UNYUNY

Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan KonselingJurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya terhadap body image pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 144 siswa kelas XI SMA. Uji validitas dilakukan melalui pertimbangan ahli dan uji coba instrumen, sedangkan uji reliabilitas menggunakan koefisien Alpha Cronbach. Analisis data dilakukan dengan regresi sederhana. Hasil menunjukkan bahwa tingkat konformitas teman sebaya berada pada kategori sedang (75%), serta body image juga berada pada kategori sedang (49%). Sumbangan efektif variabel konformitas teman sebaya terhadap body image sebesar 10,2%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya terhadap body image siswa SMA, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,713 dan signifikansi 0,000 (< 0,05).

Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya terhadap body image siswa SMA dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,005) dan koefisien korelasi sebesar 0,713.Konformitas teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 10,2% terhadap variabel body image, sedangkan 89,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.Pola berpikir dan perasaan individu mengenai tubuhnya dipengaruhi oleh penilaian teman sebaya, sehingga mendorong perubahan penampilan dan perilaku untuk menyesuaikan dengan kelompok.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana pengaruh jenis kelamin terhadap hubungan antara konformitas teman sebaya dan body image, mengingat temuan menunjukkan perempuan lebih rentan mengalami body image negatif. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran media sosial sebagai mediator dalam hubungan antara konformitas teman sebaya dan persepsi body image, karena lingkungan sosial remaja saat ini tidak hanya terbatas pada interaksi langsung. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang efektivitas intervensi bimbingan konseling berbasis penguatan harga diri dalam mengurangi ketergantungan remaja terhadap penilaian teman sebaya terkait penampilan fisik. Penelitian-penelitian tersebut dapat membuka pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan pengaruh teman sebaya. Selain itu, pendekatan kualitatif dapat digunakan untuk memahami pengalaman subjektif remaja dalam menghadapi tekanan konformitas. Pengembangan instrumen yang lebih spesifik berdasarkan konteks budaya lokal juga penting untuk meningkatkan validitas temuan. Dengan mengintegrasikan temuan dari berbagai pendekatan, akan diperoleh gambaran yang lebih utuh tentang dinamika body image di kalangan remaja. Hal ini dapat mendukung perancangan program pencegahan yang lebih tepat sasaran. Fokus pada aspek positif seperti penerimaan diri dan pengembangan potensi juga perlu diteliti lebih lanjut sebagai upaya penguatan mental remaja. Secara keseluruhan, penelitian lanjutan perlu merangkul dimensi psikologis, sosial, dan teknologis yang saling berkaitan dalam membentuk body image remaja.

Read online
File size357.26 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test