UNYUNY

Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan KonselingJurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik cinema therapy untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi berita hoax pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kalibawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode quasi experimental design. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sample yang digunakan sejumlah 16 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah skala berpikir kritis. Uji reabilitas skala memiliki koefisien alpha cronbachs sebesar 0.850 > 0,700. Uji hipotesis menggunakan uji paired t test menunjukan taraf signifikasi kelompok eksperimen sebesar 0,006 ≤ 0,05 dan untuk kelompok kontrol 0,001 ≤ 0,05. Teknik cinema therapy memberikan pengaruh lebih besar dari pada ceramah. Dengan demikian, hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti teknik cinema therapy efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berita hoax pada siswa SMA Negeri 1 Kalibawang.

Penelitian ini menyimpulkan terdapat peningkatan skor rata-rata pada kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi berita hoax.Kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata dari 75,6 menjadi 82,8, sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan dari 75,5 menjadi 79,5.Uji paired t-test menunjukkan bahwa teknik cinema therapy efektif dalam melatih kemampuan berpikir kritis siswa untuk menghadapi berita hoax pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kalibawang.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis film yang berbeda terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menggabungkan teknik cinema therapy dengan teknik pembelajaran lain, seperti diskusi kelompok atau studi kasus, untuk melihat apakah kombinasi tersebut dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan dari berbagai latar belakang sosial ekonomi untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas cinema therapy dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam menghadapi tantangan disinformasi dan berita hoax di era digital ini. Dengan demikian, guru bimbingan dan konseling dapat mengembangkan program bimbingan yang lebih efektif dan relevan untuk membantu siswa menjadi individu yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Read online
File size521.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test