POLANKAPOLANKA

Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan TeknologiJurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi

Osteoarthritis (OA) adalah kondisi patologi yang sering terlihat pada lansia. Osteoarthritis lutut adalah penyebab gangguan muskuloskeletal dan gangguan degeneratif sendi yang paling banyak ditemui. Akibat dari penyakit ini pada lansia adalah nyeri kronis pada persendian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan metode kinesiotapping, hold relax stretching, dan modalitas US phonoporesis dalam menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot, dan lingkup gerak sendi (LGS) pada kasus osteoarthritis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kinesiotapping, hold relax stretching, dan modalitas US phonoporesis selama 6 kali terapi dalam 3 minggu dapat menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot, dan lingkup gerak sendi (LGS) pada pasien osteoarthritis.US phonoporesis dapat menurunkan nyeri, kinesiotapping belum dapat meningkatkan kekuatan otot, dan hold relax stretching dapat meningkatkan LGS pasien osteoarthritis.Intervensi yang dilakukan dapat meningkatkan kekuatan otot dan ketahanan otot intrinsik pada kaki, sehingga dapat meningkatkan aktivitas fungsional.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan dengan metode penelitian lain yang menggunakan lebih banyak sampel penelitian. Selain itu, dapat juga dilakukan studi perbandingan antara metode fisioterapi yang berbeda untuk mengetahui efektivitasnya dalam menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot, dan lingkup gerak sendi pada kasus osteoarthritis. Studi lanjutan juga dapat mengeksplorasi kombinasi metode fisioterapi yang optimal untuk meningkatkan hasil pengobatan pada pasien osteoarthritis.

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Status fungsional pada Pasien Osteoartritis di RSUD Raden... doi.org/10.33087/jiubj.v20i1.877Analisis Faktor Faktor yang Berhubungan Dengan Status fungsional pada Pasien Osteoartritis di RSUD Raden doi 10 33087 jiubj v20i1 877
Read online
File size726.67 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test