AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT

Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Laboratorium Kesehatan (JIPMASLAB)Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Laboratorium Kesehatan (JIPMASLAB)

Upaya untuk membiasakan hidup sehat sangat penting terutama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melakukan skrining pemeriksaan laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan berbasis laboratorium serta pemeriksaan dasar meliputi gula darah, kolesterol total, dan asam urat menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Metode POCT dipilih karena mampu memberikan hasil cepat, akurat, dan efisien sehingga dapat dilakukan langsung di lokasi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Arga Indah II Kabupaten Bengkulu Tengah dengan melibatkan 94 peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki hasil normal, namun terdapat sekitar 27,7% peserta dengan kadar gula darah tinggi, 25,5% dengan kolesterol tinggi, dan 22,3% dengan asam urat di atas batas normal. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular dan memperkuat peran ATLM dalam edukasi serta pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

Kegiatan pengabdian ini sangat membantu terutama di tengah upaya pemerintah dalam hal cek kesehatan gratis.Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi tenaga kesehatan dan mahasiswa yang terlibat.Secara umum, kegiatan ini telah memberikan dampak positif baik bagi masyarakat maupun profesi ATLM.Model pengabdian seperti ini direkomendasikan untuk dilanjutkan di wilayah lain di Provinsi Bengkulu, sebagai bagian dari upaya promotif preventif dalam menekan angka penyakit tidak menular di masyarakat pedesaan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah penelitian yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat pada masyarakat pedesaan, dengan mempertimbangkan aspek sosioekonomi, pola makan, dan tingkat aktivitas fisik. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi kesehatan berbasis laboratorium dalam jangka panjang, dengan mengukur perubahan perilaku dan indikator kesehatan masyarakat. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berbasis POCT, serta mengidentifikasi hambatan dan fasilitator dalam implementasi program tersebut.

  1. Antisipasi kejadian sindrom metabolik melalui skrining kesehatan metode point of care testing (POCT)... doi.org/10.30867/pade.v7i1.2268Antisipasi kejadian sindrom metabolik melalui skrining kesehatan metode point of care testing POCT doi 10 30867 pade v7i1 2268
  2. Edukasi Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu di Panti Asuhan... doi.org/10.26714/jipmi.v2i3.130Edukasi Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu di Panti Asuhan doi 10 26714 jipmi v2i3 130
  3. PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PEMERIKSAAN LABORATORIUM SEDERHANA SEBAGAI UPAYA PEMANTAUAN KESEHATAN... doi.org/10.34011/jpmki.v3i2.1622PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PEMERIKSAAN LABORATORIUM SEDERHANA SEBAGAI UPAYA PEMANTAUAN KESEHATAN doi 10 34011 jpmki v3i2 1622
Read online
File size350.28 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test