Tel-UTel-U

KALATANDA : Jurnal Desain dan Media KreatifKALATANDA : Jurnal Desain dan Media Kreatif

Mengalami pengalaman traumatis dari kehilangan anggota keluarga terdekat yang meninggal dapat memicu seseorang mengalami gangguan kecemasan dan ketakutan yang berhubungan dengan kematian. Peristiwa traumatis atas kehilangan anggota keluarga yang dialami penulis, menyebabkan penulis mengalami gangguan kecemasan dan rasa takut akan kematian. Perasaan takut tersebut muncul ketika hendak menutup mata untuk tidur karena cemas jika nantinya ada hal buruk yang terjadi. Hal ini pada akhirnya menyebabkan munculnya masalah tidur atau insomnia. Dari adanya persitiwa ini, penulis ingin menciptakan karya drawing dengan visualisasi yang bersumber dari kecemasan dan ketakutan akan kematian hingga masalah tidur, dengan menggunakan charcoal yang merupakan medium terapi penulis dalam menangani kecemasan dan ketakutan. Berdasarkan gagasan tersebut, diharapkan karya yang dibuat juga dapat menjadi sebuah pesan pengingat bahwa gangguan kecemasan dan ketakutan serta masalah tidur yang dianggap biasa, tetapi jika dibiarkan dapat menimbulkan masalah atau gangguan kesehatan lainnya yang lebih serius.

Gangguan kecemasan dan ketakutan merupakan perasaan normal yang dialami setiap orang, dan dapat dipicu oleh peristiwa traumatis seperti kehilangan orang terdekat.Gangguan kecemasan dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari dan memunculkan gejala seperti rasa takut berlebihan dan masalah tidur.Karya seni, khususnya drawing charcoal, dapat menjadi medium terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menangani masalah kesehatan mental.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai teknik drawing charcoal dalam mengurangi tingkat kecemasan pada individu dengan pengalaman traumatis yang berbeda. Studi komparatif dapat membandingkan dampak penggunaan charcoal dengan medium seni lainnya, seperti cat air atau digital painting, terhadap kesehatan mental. Selain itu, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif individu dalam menggunakan seni sebagai terapi, serta bagaimana proses kreatif tersebut membantu mereka memproses emosi dan mengatasi trauma. Penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi pengembangan intervensi seni yang lebih efektif dan personal dalam bidang kesehatan mental.

Read online
File size1.45 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test