UNTARUNTAR
Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)IKM Dianeka Furniture yang berlokasi di Dumai Selatan mengalami permasalahan pada tata letak fasilitas produksi yang kurang efisien, ditandai dengan alur kerja yang tidak beraturan, jarak perpindahan material yang terlalu panjang, serta pemanfaatan ruang yang tidak optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya efisiensi proses produksi dan meningkatnya pemborosan waktu serta tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas yang lebih sistematis dan efisien guna mendukung peningkatan produktivitas kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Layout Planning (SLP) dan metode Grafik, yang masing-masing berfokus pada hubungan antar aktivitas dan optimalisasi jarak perpindahan material. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, serta pencatatan aktivitas proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak usulan dengan metode SLP berhasil menurunkan total jarak perpindahan material dari 121 unit menjadi 97,8 unit, sedangkan metode Grafik menghasilkan jarak perpindahan yang lebih rendah, yaitu sebesar 96,2 unit. Dengan demikian, metode Grafik mampu mengurangi jarak perpindahan material sebesar 13,7%, memperbaiki alur produksi, serta meningkatkan efisiensi penggunaan ruang. Kesimpulannya, penerapan metode Grafik lebih efektif dalam merancang ulang tata letak fasilitas di IKM Dianeka Furniture dan dapat dijadikan solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas Perusahaan.
Penelitian yang telah dilakukan untuk menentukan bagaimana perbaikan tata letak IKM Dianeka Furniture dengan menggunakan pedekatan metode SLP dan Grafik serta membandingkan dua alternatif layout dari dua metode tersebut.Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka alternatif layout yang terpilih adalah layout dengan jarak perpindahan terkecil untuk itu layout usulan IKM Dianeka Furniture adalah layout usulan dengan metode Grafik yang memiliki jarak perpindahan terkecil yaitu sebesar 96,2 dibandingkan dengan jarak perpindahan metode SLP yaitu sebesar 97,8.Sedangkan untuk luas kebutuhan area produksi untuk layout usulan IKM Dianeka Furniture didapatkan sebesar 105,22 m2 dari luas area layout awal sebesar 121 m2.
Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi perbaikan signifikan pada tata letak fasilitas produksi IKM Dianeka Furniture, namun masih ada beberapa celah yang dapat dieksplorasi dalam studi lanjutan. Pertama, akan sangat bermanfaat jika penelitian berikutnya berfokus pada analisis mendalam mengenai dampak finansial dari implementasi tata letak baru ini. Hal tersebut mencakup estimasi biaya yang diperlukan untuk relokasi atau penataan ulang fasilitas secara fisik, serta perhitungan potensi penghematan biaya operasional dari pengurangan jarak perpindahan material dan peningkatan efisiensi secara keseluruhan. Dengan demikian, IKM dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kelayakan investasi dari perubahan tata letak. Kedua, penting untuk mengkaji lebih jauh aspek ergonomi dan dampaknya terhadap kesejahteraan pekerja. Mengingat bahwa tata letak awal menyebabkan pekerja merasa lelah, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi secara kuantitatif tingkat kelelahan, kenyamanan, atau produktivitas individu setelah penerapan tata letak baru. Ini bisa dilakukan melalui survei, observasi langsung, atau pengukuran parameter fisiologis, guna memastikan bahwa perbaikan tata letak juga mendukung lingkungan kerja yang lebih baik dan aman. Terakhir, untuk memberikan gambaran yang lebih holistik, disarankan untuk melakukan studi pasca-implementasi guna mengukur secara langsung peningkatan produktivitas dan kapasitas produksi IKM Dianeka Furniture. Penelitian dapat membandingkan data produksi sebelum dan sesudah perubahan tata letak, mengidentifikasi pengurangan waktu siklus, peningkatan output, dan dampak positif lainnya terhadap operasional perusahaan secara menyeluruh. Dengan pendekatan ini, manfaat perbaikan tata letak dapat dikuantifikasi secara lebih konkret dan menyeluruh.
| File size | 410.89 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSURYAUNSURYA Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian karakteristik area sentuh jari, waktu respons layarMetode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian karakteristik area sentuh jari, waktu respons layar
SEAN INSTITUTESEAN INSTITUTE Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik samplingPengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik sampling
BMABERSAMABMABERSAMA Uji t lingkungan kerja fisik memperoleh nilai thitung > ttabel (15,214 > 2,002) dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga Ho1 ditolak dan Ha1 diterima,Uji t lingkungan kerja fisik memperoleh nilai thitung > ttabel (15,214 > 2,002) dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga Ho1 ditolak dan Ha1 diterima,
USMUSM Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 24 Tahun 2016 tentang persyaratan teknis bengunan dan prasarana menjelaskan bahwa bangunanSesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 24 Tahun 2016 tentang persyaratan teknis bengunan dan prasarana menjelaskan bahwa bangunan
JURNALPOLTEKBANGJAYAPURAJURNALPOLTEKBANGJAYAPURA Hasil penelitian menunjukkan bahwa area ujung runway 06 masih memiliki berbagai kekurangan fasilitas pengamanan seperti tidak tersedianya pagar perimeter,Hasil penelitian menunjukkan bahwa area ujung runway 06 masih memiliki berbagai kekurangan fasilitas pengamanan seperti tidak tersedianya pagar perimeter,
NURISNURIS Penelitian ini menyimpulkan bahwa MDA adalah alat yang berguna untuk memahami interaksi kompleks antara mode komunikasi yang berbeda dalam materi promosi.Penelitian ini menyimpulkan bahwa MDA adalah alat yang berguna untuk memahami interaksi kompleks antara mode komunikasi yang berbeda dalam materi promosi.
POLIBANPOLIBAN Diperoleh nilai rata-rata dari SEQ yaitu pada task 1 sebesar 5,8 dan task 2 sebesar 6,2 serta hasil dari perhitungan SUS yaitu sebesar 89,6. Hal ini berartiDiperoleh nilai rata-rata dari SEQ yaitu pada task 1 sebesar 5,8 dan task 2 sebesar 6,2 serta hasil dari perhitungan SUS yaitu sebesar 89,6. Hal ini berarti
UNSURUNSUR Fakultas RST memiliki tiga Program Studi dengan jumlah karyawan 38 orang, ada yang berstatus dosen dan tenaga pendidik. Untuk menunjang keberhasilan pencapaiFakultas RST memiliki tiga Program Studi dengan jumlah karyawan 38 orang, ada yang berstatus dosen dan tenaga pendidik. Untuk menunjang keberhasilan pencapai
Useful /
JURNALPOLTEKBANGJAYAPURAJURNALPOLTEKBANGJAYAPURA Permasalahan utama yang ditemukan adalah penempatan GSE yang kurang terorganisir akibat ketiadaan marka atau petunjuk penempatan yang jelas, serta kebiasaanPermasalahan utama yang ditemukan adalah penempatan GSE yang kurang terorganisir akibat ketiadaan marka atau petunjuk penempatan yang jelas, serta kebiasaan
APPERTANIAPPERTANI Sebanyak 25 dari 28 isolat menunjukkan keberadaan protein A, sementara seluruh isolat positif terhadap kapsul polisakarida. Kedua faktor virulensi iniSebanyak 25 dari 28 isolat menunjukkan keberadaan protein A, sementara seluruh isolat positif terhadap kapsul polisakarida. Kedua faktor virulensi ini
APPERTANIAPPERTANI Kesimpulannya, meskipun belum memenuhi standar GBP, Kabupaten Magelang masih menunjukkan potensi yang kuat sebagai sumber bibit itik. Praktik peternakanKesimpulannya, meskipun belum memenuhi standar GBP, Kabupaten Magelang masih menunjukkan potensi yang kuat sebagai sumber bibit itik. Praktik peternakan
JURNALPOLTEKBANGJAYAPURAJURNALPOLTEKBANGJAYAPURA Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam menyelaraskan regulasi nasional dengan standar internasional, khususnya ICAO Annex 13. Temuan penelitianNamun, masih terdapat berbagai tantangan dalam menyelaraskan regulasi nasional dengan standar internasional, khususnya ICAO Annex 13. Temuan penelitian