UNIKA Santo Thomas SUUNIKA Santo Thomas SU

ALUR : Jurnal ArsitekturALUR : Jurnal Arsitektur

Pendidikan Prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar (Depdikbud, Dirjen dikdasmen, 1994: 4). Perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional yang dimaksud untuk memenuhi kebutuhan pendidikan prasekolah. Perancangan ini bertujuan untuk mewadahi fasilitas pendidikan prasekolah yang didalamnya terdapat pendidikan bertaraf Internasional dengan mengikuti kurikulum camridge. Perancangan ini menggunakan pendekatan Arsitektur Organik. Pendekatan diaplikasikan sebagai atau keseluruhan pada bangunan. Arsitektur organik memperhatikan lingkungan menyatu dengan tapaknya. Pendekatan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional ini mengajarkan anak-anak agar belajar menyatu dengan alam dan lingkungannya. Hula hoop rotan adalah konsep dasar perancangan yang dapat menghubungkan pendidikan, anak-anak dan organik. Konsep didapat karena Hula hoop merupakan permainan anak-anak dan terbuat dari bahan rotan yang mana rotan memakai bahan alam. Rotan memiliki sifat lentur, berbentuk memanjang dan bulat, bila rotan dibelah dua akan menjadi bagian yang setangkup. Bentuk dan beberapa sifat dari rotan ini menjadi inspirasi dalam perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional.

Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional di Pekanbaru merupakan tempat untuk mewadahi segala aktifitas pendidikan anak di usia dini guna membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional di Pekanbaru akan memfasilitasi segala kebutuhan fisik baik ruang luar maupun ruang dalam yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan juga pendidik dan tenaga kependidikan serta pengunjung lainnya.Perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional di Pekanbaru menerapkan pendekatan arsitektur organik dengan menggunakan prinsip Frank Llyod Wright yang memiliki beberapa prinsip yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak psikologis dan kognitif dari lingkungan arsitektur organik terhadap perkembangan anak usia dini. Penelitian ini dapat mengukur bagaimana desain bangunan yang terintegrasi dengan alam memengaruhi kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kesejahteraan emosional anak-anak. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas kurikulum Cambridge International yang diimplementasikan dalam lingkungan sekolah taman kanak-kanak dengan pendekatan arsitektur organik. Penelitian ini dapat membandingkan hasil belajar dan keterampilan sosial anak-anak yang bersekolah di sekolah tersebut dengan anak-anak yang bersekolah di sekolah taman kanak-kanak konvensional. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif guru dan orang tua mengenai manfaat dan tantangan dalam mengimplementasikan pendekatan arsitektur organik dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana desain bangunan dapat mendukung praktik pengajaran yang inovatif dan meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana arsitektur organik dapat berkontribusi pada pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan.

Read online
File size365.88 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test