STIKMARSTIKMAR

Jurnal Kesehatan MarendengJurnal Kesehatan Marendeng

Anak balita berisiko tinggi mengalami kekurangan gizi, yang dapat menyebabkan masalah pertumbuhan seperti wasting, stunting, dan gangguan perkembangan mental jika terjadi dalam jangka panjang. Berdasarkan pemantauan status gizi, di Kabupaten Polewali Mandar pada 2024, persentase balita gizi kurang sebesar 6,96%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui , Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Study dengan desain One Group Pre-Test Post Test. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan leaflet sebagai media pendidikan kesehatan. Penelitian dilakukan di Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Sampel diambil dengan teknik Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 31 ibu balita yang mengalami gizi kurang. Analisis data dengan uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai gizi kurang setelah diberikan pendidikan kesehatan, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan memiliki pengaruh positif terhadap pengetahuan ibu, dan dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesehatan keluarga. Diharapkan setiap ibu agar aktif dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan gizi khususnya pada anak balita.

Sebelum mengikuti pendidikan kesehatan, pengetahuan ibu tentang gizi kurang pada balita menunjukkan persentase yang cukup.Setelah pendidikan kesehatan dilaksanakan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu dengan persentase berada dalam kategori baik.Terdapat pengaruh signifikan terhadap pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Pekkabata, khususnya di Kelurahan Takatidung.

Pertama, perlu diteliti efektivitas pendidikan kesehatan berbasis digital dibandingkan media leaflet cetak dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita, terutama di daerah dengan keterbatasan akses teknologi. Kedua, penting untuk menguji pengaruh pendidikan kesehatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga terhadap perubahan perilaku pemberian makan dan status gizi balita, mengingat keputusan rumah tangga sering melibatkan lebih dari satu orang. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana frekuensi dan metode tindak lanjut setelah pendidikan kesehatan memengaruhi retensi pengetahuan dan penerapan praktik gizi seimbang dalam jangka panjang, termasuk pendekatan seperti kunjungan rumah berulang atau konseling berjenjang. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang strategi pendidikan kesehatan yang berkelanjutan dan inklusif untuk memperbaiki status gizi balita di tingkat komunitas.

  1. Pengaruh Edukasi Gizi menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Ibu Balita di... doi.org/10.37012/jik.v16i2.2351Pengaruh Edukasi Gizi menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Ibu Balita di doi 10 37012 jik v16i2 2351
  2. Pengaruh Edukasi Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Gizi Balita... doi.org/10.57218/jkj.Vol2.Iss1.706Pengaruh Edukasi Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Gizi Balita doi 10 57218 jkj Vol2 Iss1 706
Read online
File size607.69 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test