STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweKeberhasilan petugas pendaftaran dalam berkomunikasi dengan baik dengan pasien merupakan aspek krusial dalam proses pendaftaran. Petugas pendaftaran bertanggung jawab menyampaikan informasi penting dan memastikan pasien memahami prosedur yang harus dipatuhi. Komunikasi tersebut harus disampaikan secara ramah, aktif, ulet, serta terampil agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran komunikasi efektif petugas pendaftaran di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik yang digunakan adalah Quota Sampling dan angket. Penelitian dilakukan di poli rawat jalan dengan jumlah populasi sebanyak 14.542 dan besar sampel sebanyak 221 responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran komunikasi efektif pada kategori baik sebanyak 92,3% dan kurang sebanyak 7,7%. Sedangkan hasil gambaran komunikasi efektif pada sub variabel respect sebanyak 61,1% memiliki kategori baik, pada sub variabel empathy sebanyak 87,3% memiliki kategori kurang, pada sub variabel audible sebanyak 92,3% memiliki kategori kurang, pada sub variabel clarity sebanyak 63,8% memiliki kategori baik, dan pada sub variabel humble sebanyak 86% memiliki kategori kurang. Direkomendasikan untuk petugas pendaftaran agar dapat menerapkan dan meningkatkan seluruh indikator komunikasi efektif dengan baik terutama pada indikator empathy, audible, dan humble sehingga dapat terjalin komunikasi efektif dengan baik pada saat pendaftaran dan menunjung keberhasilan komunikasi efektif antara perawat dan pasien.
Secara umum, tingkat komunikasi efektif yang diterapkan petugas pendaftaran berada pada kategori baik, yaitu sebanyak 92,3%, secara khusus, tingkat komunikasi efektif yang diterapkan petugas pendaftaran memiliki hasil baik tertinggi pada indikator clarity yaitu sebanyak 63,8% dan hasil kurang tertinggi pada indikator audible sebanyak 92,3% dan secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap komunikasi efektif yang diterapkan petugas pendaftaran di Rumah Sakit umum Meuraxa Kota Banda Aceh berada pada kategori baik.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat empati petugas pendaftaran, seperti pelatihan khusus atau program mentoring. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman pasien dalam berkomunikasi dengan petugas pendaftaran, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan dan harapan pasien. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan komunikasi yang telah diterapkan, serta dampaknya terhadap kepuasan pasien dan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Dengan menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi komunikasi efektif, memahami pengalaman pasien, dan mengevaluasi efektivitas program pelatihan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi antara petugas pendaftaran dan pasien, sehingga berdampak positif pada kepuasan pasien dan keberhasilan pelayanan kesehatan.
| File size | 341.43 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Hasil dari penelitian ini dapat dijelaskan bahwa distribusi frekuensi pendaftaran online memiliki jumlah sebanyak 225 responden, sebagian besar yang menyatakanHasil dari penelitian ini dapat dijelaskan bahwa distribusi frekuensi pendaftaran online memiliki jumlah sebanyak 225 responden, sebagian besar yang menyatakan
POLNAMPOLNAM Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi biaya sesuai dengan Contract Change Order (CCO) dan merencanakan durasi waktu pelaksanaan pembangunan KantorPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi biaya sesuai dengan Contract Change Order (CCO) dan merencanakan durasi waktu pelaksanaan pembangunan Kantor
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe.
STIK SAMSTIK SAM Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengambilan data secara cross sectional, penelitian ini menggunakan teknik purposiveMetode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengambilan data secara cross sectional, penelitian ini menggunakan teknik purposive
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Tujuan Penelitian ini adalah untuk merancang Sistem Informasi Manajemen Klinik Terintegrasi, Jenis penelitian kualitatif, dengan sumber data primer dariTujuan Penelitian ini adalah untuk merancang Sistem Informasi Manajemen Klinik Terintegrasi, Jenis penelitian kualitatif, dengan sumber data primer dari
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Prototype aplikasi SIMPELPRO berbasis web dapat membantu pasien mengetahui jadwal kegiatan prolanis di Klinik Pratama Polkesmar. Aplikasi ini memungkinkanPrototype aplikasi SIMPELPRO berbasis web dapat membantu pasien mengetahui jadwal kegiatan prolanis di Klinik Pratama Polkesmar. Aplikasi ini memungkinkan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Berdasarkan pengujian dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem tetapi berpengaruh terhadap struktur organisasi.Berdasarkan pengujian dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem tetapi berpengaruh terhadap struktur organisasi.
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Berdasarkan hasil observasi awal, dampak yang terjadi menyebabkan data pasien yang didaftarkan mengalami duplikasi data, rentan kehilangan data, lamanyaBerdasarkan hasil observasi awal, dampak yang terjadi menyebabkan data pasien yang didaftarkan mengalami duplikasi data, rentan kehilangan data, lamanya
Useful /
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Kurikulum 1994 dirancang dengan pendekatan seragam untuk materi pembelajaran di seluruh Indonesia dan menekankan Metode Pembelajaran Aktif Siswa (CBSA).Kurikulum 1994 dirancang dengan pendekatan seragam untuk materi pembelajaran di seluruh Indonesia dan menekankan Metode Pembelajaran Aktif Siswa (CBSA).
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Sebaliknya, Kurikulum 1984 memperkenalkan metode Pembelajaran Aktif Siswa (CBSA) yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif siswa serta pergeseran peranSebaliknya, Kurikulum 1984 memperkenalkan metode Pembelajaran Aktif Siswa (CBSA) yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif siswa serta pergeseran peran
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Guru-guru di sekolah menggunakan tabel observasi dan memberikan tanda centang () pada hasil observasi apakah sudah atau belum muncul. Penelitian ini bermanfaatGuru-guru di sekolah menggunakan tabel observasi dan memberikan tanda centang () pada hasil observasi apakah sudah atau belum muncul. Penelitian ini bermanfaat
IKHAFIIKHAFI Semakin berkembang saat ini ternyata masih banyak instansi dan perusahaan yang dalam proses pengolahan datanya dengan menggunakan cara manual. Dari penelitianSemakin berkembang saat ini ternyata masih banyak instansi dan perusahaan yang dalam proses pengolahan datanya dengan menggunakan cara manual. Dari penelitian