STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE

Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe

Media sosial merupakan salah satu media bagi remaja untuk menyalurkan beragam ekspresi yang terkadang disalahgunakan seperti mengunggah postingan dalam bentuk hinaan atau ancaman yang termasuk dalam cyberbullying, sehingga berdampak buruk bagi remaja yang mendapatkan perlakuan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa pada SMAN 13 Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument berbentuk angket dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden pernah terlibat dalam cyberbullying berada pada kategori rendah dengan cyberbullying offending (pelaku) sebanyak 98,9% responden dan cyberbullying victimization (korban) pada kategori rendah sebanyak 89,1% responden. Mayoritas remaja di Banda Aceh memiliki keterlibatan dengan cyberbullying berada pada kategori rendah baik sebagai pelaku maupun korban. Diharapkan pihak sekolah dapat mempertahankan tingkat cyberbullying yang rendah namun tetap memantau penggunaan gadget dan media sosial pada remaja agar tidak terjadinya tindakan cyberbullying yang dapat berdampak buruk bagi korban.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 92 responden didapatkan bahwa sebagian besar remaja di Banda Aceh memiliki keterlibatan dengan cyberbullying berada pada kategori rendah dengan Cyberbullying offending (pelaku) pada kategori rendah sebanyak 91 (98,9%) responden.Cyberbullying victimization (korban) pada kategori rendah berjumlah 82 (89,1%) responden.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah penelitian yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor psikososial yang memengaruhi perilaku cyberbullying pada remaja, seperti pengaruh teman sebaya, harga diri, dan keterampilan regulasi emosi. Hal ini penting untuk memahami akar permasalahan dan merancang intervensi yang lebih efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program pencegahan cyberbullying yang melibatkan partisipasi aktif dari orang tua, guru, dan remaja itu sendiri. Program ini dapat mencakup pelatihan tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, keterampilan komunikasi yang efektif, dan strategi mengatasi perundungan. Ketiga, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perkembangan cyberbullying dari waktu ke waktu dan mengevaluasi efektivitas intervensi yang telah diterapkan.

  1. DOI Name 10.54460 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support... doi.org/10.54460DOI Name 10 54460 Values doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support doi 10 54460
  2. GAMBARAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI SMAN 9 PEKANBARU | Jurnal Keperawatan Sriwijaya. gambaran... jks-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/jk_sriwijaya/article/view/96GAMBARAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI SMAN 9 PEKANBARU Jurnal Keperawatan Sriwijaya gambaran jks fk ejournal unsri ac index php jk sriwijaya article view 96
  3. Effect of Digital Technology on Adolescents | IGI Global Scientific Publishing. effect digital technology... services.igi-global.com/resolvedoi/resolve.aspx?doi=10.4018/978-1-7998-8318-0.ch001Effect of Digital Technology on Adolescents IGI Global Scientific Publishing effect digital technology services igi global resolvedoi resolve aspx doi 10 4018 978 1 7998 8318 0 ch001
Read online
File size249.19 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test