STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweStatus gizi menjadi salah satu permasalahan kesehatan global yang masih menjadi perhatian hingga saat ini. Di Indonesia, modernisasi telah membawa perubahan signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat. Perubahan tersebut ditandai dengan adanya pergeseran dari pola konsumsi tradisional berbasis pangan lokal menjadi pola konsumsi modern. Kondisi ini berkontribusi pada masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Prodi Gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, dengan sampel sebanyak 142 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dalam penelitian ini berupa pengetahuan gizi, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan status gizi ditentukan melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan gizi kategori sedang (45,1%), frekuensi konsumsi fast food kategori sering (59,9%), dan status gizi kategori baik (49,3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p = 0,762; r = 0,026), namun terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi (p = 0,000; r = -0,305). Kesimpulan penelitian ini adalah frekuensi konsumsi fast food berhubungan secara signifikan dengan status gizi, sedangkan pengetahuan gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi pada mahasiswa gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Disarankan agar mahasiswa lebih membatasi konsumsi fast food dan menerapkan pola makan bergizi seimbang untuk menjaga status gizi normal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe memiliki pengetahuan gizi pada kategori sedang, frekuensi konsumsi fast food pada kategori sering, dan status gizi mayoritas berada pada kategori baik.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi.Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun mahasiswa telah memperoleh pembelajaran terkait ilmu gizi, pengetahuan saja belum cukup untuk memengaruhi status gizi tanpa diikuti oleh perubahan perilaku konsumsi dan gaya hidup sehat.Sebaliknya, frekuensi konsumsi fast food terbukti berhubungan signifikan dengan status gizi mahasiswa.Semakin sering mahasiswa mengonsumsi fast food, semakin besar risiko mengalami status gizi lebih.Hal ini menegaskan bahwa pola makan, khususnya kebiasaan mengonsumsi fast food, memiliki peranan lebih kuat dalam menentukan status gizi dibandingkan pengetahuan gizi semata.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan gizi dan perubahan perilaku konsumsi mahasiswa. Studi ini dapat mengeksplorasi efektivitas program edukasi gizi yang aplikatif, seperti seminar, konseling gizi, atau kampanye kampus sehat, dalam meningkatkan kesadaran dan praktik makan sehat di kalangan mahasiswa. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi mahasiswa, seperti aktivitas fisik, stres akademik, dan lingkungan sosial. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih komprehensif dalam upaya meningkatkan status gizi mahasiswa dan mempromosikan gaya hidup sehat.
| File size | 338.1 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Sepuluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dikategorikan ke dalam tiga pendekatan utama. Semua intervensi meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilakuSepuluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dikategorikan ke dalam tiga pendekatan utama. Semua intervensi meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku
UINSAUINSA Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keutamaan kebiasaan mengonsumsi buah sebelum makanan utama dari perspektif hadis dan relevansinya dengan pendidikanArtikel ini bertujuan untuk menganalisis keutamaan kebiasaan mengonsumsi buah sebelum makanan utama dari perspektif hadis dan relevansinya dengan pendidikan
JMHSAJMHSA Di Indonesia, beberapa studi melaporkan bahwa insidensnya melebihi 60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara usia menarche, statusDi Indonesia, beberapa studi melaporkan bahwa insidensnya melebihi 60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara usia menarche, status
YMPAIYMPAI Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukkanAnalisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukkan
Q2LIIQ2LII Pemberian suplementasi gizi, peningkatan pengetahuan ibu, dan dukungan layanan kesehatan terbukti mampu menurunkan komplikasi, memperbaiki status gizi,Pemberian suplementasi gizi, peningkatan pengetahuan ibu, dan dukungan layanan kesehatan terbukti mampu menurunkan komplikasi, memperbaiki status gizi,
SARI MUTIARASARI MUTIARA Target luaran yang akan dihasilkan berupa 1] penulisan artikel di jurnal serta 2] pembuatan video perilaku hidup sehat. Diharapkan pengetahuan tentangTarget luaran yang akan dihasilkan berupa 1] penulisan artikel di jurnal serta 2] pembuatan video perilaku hidup sehat. Diharapkan pengetahuan tentang
UNHAJUNHAJ Selanjutnya, diharapkan masyarakat dapat menjaga pola makan dan melakukan penemuan dini terhadap individu berisiko tinggi terkena Diabetes Melitus untukSelanjutnya, diharapkan masyarakat dapat menjaga pola makan dan melakukan penemuan dini terhadap individu berisiko tinggi terkena Diabetes Melitus untuk
UNHAJUNHAJ Untuk itu penting diadakan keberlanjutan program GEMAR CETING demi meningkatkan pengetahuan siswa/siswi serta melibatkan kepala sekolah dan guru-guru dalamUntuk itu penting diadakan keberlanjutan program GEMAR CETING demi meningkatkan pengetahuan siswa/siswi serta melibatkan kepala sekolah dan guru-guru dalam
Useful /
JURNALWIDYALAKSMIJURNALWIDYALAKSMI Pandemi COVID-19 memaksa pendidik untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran secara daring. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan di SMK RestumuningPandemi COVID-19 memaksa pendidik untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran secara daring. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan di SMK Restumuning
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE 166 orang (77%) memiliki siklus haid kategori normal, 156 orang (77,6%) memiliki lama haid kategori normal, 166 orang (77%) memiliki riwayat keluarga mengalami166 orang (77%) memiliki siklus haid kategori normal, 156 orang (77,6%) memiliki lama haid kategori normal, 166 orang (77%) memiliki riwayat keluarga mengalami
UNHAJUNHAJ Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk metode modifikasi Community Based Interactive Approach (CBIA)Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk metode modifikasi Community Based Interactive Approach (CBIA)
ITNYITNY 8-1. 8, nilai f0 antara 1. 6-3. 6 Hz, serta nilai Kg antara 0. 1-2. Zona terdampak gempa Cianjur memiliki nilai Kg yang relatif rendah dibandingkan dengan8-1. 8, nilai f0 antara 1. 6-3. 6 Hz, serta nilai Kg antara 0. 1-2. Zona terdampak gempa Cianjur memiliki nilai Kg yang relatif rendah dibandingkan dengan