4141
Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan TerpaduPenjualan lobster berperan penting dalam sektor perikanan, terutama di pasar ekspor. Transportasi lobster umumnya dilakukan menggunakan sistem transportasi kering. Anestesi merupakan langkah penting dalam proses transportasi kering. Agen anestesi dapat berasal dari sumber alami, seperti infusum daun pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh infusum daun pepaya terhadap waktu induksi dan waktu sedasi sebagai anestesi alami untuk lobster batu, serta menentukan konsentrasi optimal infusum daun pepaya untuk digunakan sebagai anestesi alami. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan tiga perlakuan: P1 (100 g/L), P2 (150 g/L), dan P3 (200 g/L). Data yang dikumpulkan meliputi waktu induksi, waktu sedasi, dan tingkat kelangsungan hidup lobster selama periode pemulihan. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial, termasuk ANOVA dan uji Honest Significant Difference (HSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang bervariasi secara signifikan memengaruhi (P<0,05) waktu induksi tetapi tidak secara signifikan memengaruhi (P>0,05) waktu sedasi. Waktu induksi untuk perlakuan P1 dan P2 berbeda secara signifikan dari P3. Tingkat kelangsungan hidup adalah 100% untuk perlakuan P1 dan P2, sedangkan P3 memiliki tingkat kelangsungan hidup 77,77%. Konsentrasi infusum daun pepaya yang optimal adalah P1, yang menginduksi anestesi pada lobster dalam 50 menit 16 detik, dengan waktu pemulihan 2 menit, dan tingkat kelangsungan hidup 100%.
Perbedaan konsentrasi infusum daun papaya (Carica papaya) memberikan pengaruh terhadap waktu induktif, yaitu konsentrasi P3 berpengaruh secara nyata terhadap konsentrasi P1 dan P2.Konsentrasi P2 terpilih menjadi konsentrasi terbaik untuk memingsankan lobster dengan waktu 50 menit 16 detik, waktu sadar (sedatif) 2 menit, dan tingkat kelangsungan hidup yang sangat tinggi yaitu 100%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai pemanfaatan infusum daun pepaya sebagai anestesi alami pada lobster batu. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam daun pepaya yang bertanggung jawab atas efek anestesi, sehingga dapat dioptimalkan dosis dan efektivitasnya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi pengaruh infusum daun pepaya terhadap berbagai ukuran dan tahapan pertumbuhan lobster batu, untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya pada semua fase kehidupan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji kombinasi infusum daun pepaya dengan anestesi alami lainnya, seperti ekstrak tumbuhan lain, untuk menghasilkan efek sinergis yang lebih kuat dan mengurangi potensi efek samping.
| File size | 255.23 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMJ PremiumUMJ Premium Proyeksi dan alternatif yang dibuat yaitu pelebaran dan underpass. Berdasarkan proyeksi dan alternatif yang dilakukan maka di dapat tundaan. Hasil analisaProyeksi dan alternatif yang dibuat yaitu pelebaran dan underpass. Berdasarkan proyeksi dan alternatif yang dilakukan maka di dapat tundaan. Hasil analisa
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan simulasi kinerja lalu lintas hasil pemodelan yang telah dilakukan, maka kinerja lalu lintas yang paling baik adalah dengan skenario do something.Berdasarkan simulasi kinerja lalu lintas hasil pemodelan yang telah dilakukan, maka kinerja lalu lintas yang paling baik adalah dengan skenario do something.
STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI Penanganan konflik antara taksi online dan taksi bandara El Tari Kupang belum efektif, dan regulasi yang ada belum sepenuhnya menjawab kebutuhan konsumenPenanganan konflik antara taksi online dan taksi bandara El Tari Kupang belum efektif, dan regulasi yang ada belum sepenuhnya menjawab kebutuhan konsumen
RIAURIAU Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Untuk mengetahui pola sebaran fasilitas kesehatan dengan menggunakan analisis tetanggaPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Untuk mengetahui pola sebaran fasilitas kesehatan dengan menggunakan analisis tetangga
UPI YAIUPI YAI Penelitian pada 100 responden pengguna moda transportasi ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik analisis dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitianPenelitian pada 100 responden pengguna moda transportasi ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik analisis dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian
UMSUMS Karakteristik ini menjadikan sistem ini cocok untuk penggunaan potensial di negara berkembang di mana kendala anggaran dapat mencegah adopsi sistem yangKarakteristik ini menjadikan sistem ini cocok untuk penggunaan potensial di negara berkembang di mana kendala anggaran dapat mencegah adopsi sistem yang
UNISBAUNISBA Sebuah citra digital dapat mewakili oleh sebuah matriks yang terdiri dari M kolom N baris. Noise adalah suatu piksel yang mengganggu kualitas citra. NoiseSebuah citra digital dapat mewakili oleh sebuah matriks yang terdiri dari M kolom N baris. Noise adalah suatu piksel yang mengganggu kualitas citra. Noise
UMBUMB Upaya penanggulangan masalah parafin dilakukan dengan memasang insulasi sepanjang flowline untuk mengurangi kehilangan panas fluida. Jika metode penanggulanganUpaya penanggulangan masalah parafin dilakukan dengan memasang insulasi sepanjang flowline untuk mengurangi kehilangan panas fluida. Jika metode penanggulangan
Useful /
4141 Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) mudah rusak setelah ditangkap hingga sampai ke konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahan baku di PT.Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) mudah rusak setelah ditangkap hingga sampai ke konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahan baku di PT.
4141 Parameter yang diamati meliputi lama waktu pemingsanan, tingkat kelangsungan hidup, waktu pulih sadar, laju konsumsi oksigen, dan kualitas air. Hasil penelitianParameter yang diamati meliputi lama waktu pemingsanan, tingkat kelangsungan hidup, waktu pulih sadar, laju konsumsi oksigen, dan kualitas air. Hasil penelitian
UNISBAUNISBA Pada proses enkripsi AES mengunakan 4 transformasi dasar dengan urutan trasformasi subbytes, shiftrows, mixcolumns, dan addroundkey. Sedangkan pada prosesPada proses enkripsi AES mengunakan 4 transformasi dasar dengan urutan trasformasi subbytes, shiftrows, mixcolumns, dan addroundkey. Sedangkan pada proses
UNISBAUNISBA Dalam hal ini, terdapat dua variabel yang dijadikan sebagai studi kasus untuk dianalisis melalui metode pencocokan kurva yaitu data SOI (variabel bebas)Dalam hal ini, terdapat dua variabel yang dijadikan sebagai studi kasus untuk dianalisis melalui metode pencocokan kurva yaitu data SOI (variabel bebas)