4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Air Teluk Surau di Pulau Lemukutan, Bengkayang, merupakan kawasan konservasi dengan aktivitas ekonomi seperti budidaya kerang mutiara, perikanan, transportasi wisata, dan pemukiman. Aktivitas ini berpotensi mencemari perairan dengan logam berat Pb dan Zn yang dapat mengganggu ekosistem dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi logam berat Pb dan Zn berdasarkan karakteristik lokasi dan aktivitas manusia. Sampel diambil dari empat titik strategis: permukiman, budidaya kerang mutiara, dermaga, dan area tanpa aktivitas. Hasil menunjukkan konsentrasi Pb berkisar 0,1385-0,1763 mg/L, dengan konsentrasi tertinggi di permukiman dan dermaga (0,1763 mg/L) dan terendah di area tanpa aktivitas (0,1385 mg/L). Konsentrasi Pb melebihi baku mutu air laut untuk wisata bahari (0,005 mg/L) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Konsentrasi Zn berkisar 0,0061-0,0140 mg/L, dengan konsentrasi tertinggi di dermaga (0,0140 mg/L) dan terendah di budidaya kerang mutiara (0,0061 mg/L). Konsentrasi Zn masih di bawah baku mutu (0,095 mg/L). Penelitian ini menunjukkan adanya pencemaran Pb serius di perairan Teluk Surau yang memerlukan pengelolaan lingkungan segera untuk melindungi ekosistem dan mendukung potensi wisata bahari.

Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Pb berkisar 0,1385-0,1763 mg/L, jauh melampaui baku mutu air laut untuk wisata bahari (0,005 mg/L).Konsentrasi Zn berkisar 0,0061-0,0140 mg/L, masih di bawah ambang batas yang ditetapkan (0,095 mg/L).Sumber utama pencemaran Pb berasal dari aktivitas pemukiman, dermaga, dan transportasi laut, sementara pencemaran Zn lebih terkendali.Pencemaran Pb serius di perairan Teluk Surau memerlukan pengelolaan lingkungan segera untuk melindungi ekosistem dan mendukung potensi wisata bahari di kawasan tersebut.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang sumber dan jalur transportasi Pb dan Zn di ekosistem perairan Teluk Surau. Penelitian ini dapat mencakup analisis lebih rinci tentang kontribusi aktivitas pemukiman, perkapalan, dan budidaya kerang mutiara terhadap pencemaran logam berat. Selain itu, studi tentang dinamika biogeokimia Pb dan Zn di lingkungan perairan, termasuk interaksi dengan komponen biotik dan abiotik, dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang perilaku dan dampak kedua logam tersebut. Penelitian tentang strategi bioremediasi dan mitigasi pencemaran logam berat di perairan Teluk Surau juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan, dengan mempertimbangkan potensi budidaya kerang mutiara sebagai bioremediasi alami. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan lingkungan dan konservasi ekosistem di kawasan Teluk Surau.

Read online
File size350.58 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test