POLNAMPOLNAM
JURNAL SIMETRIKJURNAL SIMETRIKPerancangan pencahayaan buatan dalam suatu ruangan sangat diperlukan ketika pencahayaan alami tidak mampu menghasilkan tingkat pencahayaan sesuai dengan standar yang telah ditentukan yaitu 300-500 lux untuk ruang kerja berdasarkan SNI. Pencahayaan pada Gedung rektorat Universitas Pattimura sangat bergantung pada sistem pencahayaan buatan untuk menunjang aktivitas pengguna. Meski demikian, kualitas sistem pencahayaan buatan yang ada sering dianggap masih belum optimal terlihat dari beberapa ruangan dan koridor pada gedung rektorat yang dinilai masih terlalu gelap. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian untuk mencari biaya pembangunan pencahayaan buatan di gedung Rektorat Universitas Pattimura Ambon sesuai dengan jumlah kebutuhan lampu yang dihitung untuk mencapai standar pencahayaan minimum yang ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan secara kuantitatif yang mengacu pada standar penchayaan berdasarkan SNI 03-6575-2001 tentang tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada gedung. SNI ini dipakai sebagai pedoman agar diperoleh sistem pencahayaan buatan yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan, keamanan dan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk bangunan gedung, dengan memperhatikan data-data berupa dimensi ruangan (panjang ruangan, lebar ruangan dan tinggi sumber cahaya terhadap bidang kerja), jumlah lampu yang digunakan dalam ruangan, jumlah fluks luminous total lampu yang menerangi tiap ruangan dan daya lampu yang digunakan di dalam ruangan. Hasil rancangan anggaran biaya untuk pemasangan instalasi listrik Gedung Rektorat Universitas Pattimura adalah sebesar Rp. 314.209.825.
Berdasarkan rancangan anggaran biaya yang diusulkan, dapat diketahui bahwa pemasangan instalasi listrik Gedung Rektorat Universitas Pattimura berdasarkan pada perhitungan pencahayaan buatan SNI 03-6575-2001 dengan mengikuti standar pencahayaan pada ruang kerja umum menurut PERKEMNES 70 tahun 2016 adalah sebesar Rp.
Untuk meningkatkan kualitas pencahayaan di Gedung Rektorat Universitas Pattimura, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada optimasi penggunaan bukaan dan strategi tata letak ruangan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam ruangan, serta mengidentifikasi dan mengatasi sumber-sumber silau yang dapat mengganggu kenyamanan visual. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki dampak pencahayaan yang optimal terhadap produktivitas dan kesehatan visual pengguna gedung. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kualitas pencahayaan dan kenyamanan visual di Gedung Rektorat Universitas Pattimura.
| File size | 688.73 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Mutiara (simpang 2) dapat disimpulkan beberapa hal antara lain sebagai berikut. Kinerja operasional simpang tak bersinyal Batu Merah - Mardika Kota AmbonMutiara (simpang 2) dapat disimpulkan beberapa hal antara lain sebagai berikut. Kinerja operasional simpang tak bersinyal Batu Merah - Mardika Kota Ambon
POLNAMPOLNAM Dalam desain sistem PLTS Off-Grid ini, komponen utama yang digunakan meliputi modul surya, baterai, dan inverter. Kapasitas puncak yang dibutuhkan untukDalam desain sistem PLTS Off-Grid ini, komponen utama yang digunakan meliputi modul surya, baterai, dan inverter. Kapasitas puncak yang dibutuhkan untuk
POLNAMPOLNAM Metode perbaikan ini mengajukan pada Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga No. 001-01/M/BM/2011. Kesimpulan dari penilaian kerusakanMetode perbaikan ini mengajukan pada Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga No. 001-01/M/BM/2011. Kesimpulan dari penilaian kerusakan
POLNAMPOLNAM Uji coba dan analisis menunjukkan bahwa pengukuran parameter sistem refrigerasi dan tata udara menggunakan Data Acquisition (DAQ ESP-32) menghasilkan pengukuranUji coba dan analisis menunjukkan bahwa pengukuran parameter sistem refrigerasi dan tata udara menggunakan Data Acquisition (DAQ ESP-32) menghasilkan pengukuran
POLNAMPOLNAM Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan beton normal sebesar 18.65 MPa dan memenuhi standar kuat tekan. Beton additive 5% limbahDari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan beton normal sebesar 18.65 MPa dan memenuhi standar kuat tekan. Beton additive 5% limbah
UBTUBT Bangunan tinggi merupakan salah satu objek yang kemungkinan besar memiliki risiko sambaran petir. Oleh karena itu penting untuk memproteksi bangunan tinggiBangunan tinggi merupakan salah satu objek yang kemungkinan besar memiliki risiko sambaran petir. Oleh karena itu penting untuk memproteksi bangunan tinggi
ARITEKINARITEKIN Hal ini menyebabkan pemborosan terhadap biaya yang tidak sesuai dengan anggaran yang ditentukan. Pada proyek pembangunan gedung Rektorat Politeknik KesehatanHal ini menyebabkan pemborosan terhadap biaya yang tidak sesuai dengan anggaran yang ditentukan. Pada proyek pembangunan gedung Rektorat Politeknik Kesehatan
MACHUNGMACHUNG Peneliti selanjutnya dapat memanfaatkan VR yang telah disebutkan untuk menciptakan pengalaman pengenalan yang lebih interaktif dan imersif bagi mahasiswaPeneliti selanjutnya dapat memanfaatkan VR yang telah disebutkan untuk menciptakan pengalaman pengenalan yang lebih interaktif dan imersif bagi mahasiswa
Useful /
POLNAMPOLNAM Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dan pengukuran untuk menilai kelayakan fasilitas dan infrastruktur yang ada terkait aksesibilitasPenelitian ini menggunakan metode observasi langsung dan pengukuran untuk menilai kelayakan fasilitas dan infrastruktur yang ada terkait aksesibilitas
ARITEKINARITEKIN Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komposit helm berbasis serat ijuk dan resin epoksi dengan memvariasikan fraksi volume serat (15%, 25%, danPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komposit helm berbasis serat ijuk dan resin epoksi dengan memvariasikan fraksi volume serat (15%, 25%, dan
ARITEKINARITEKIN Rendahnya ketersediaan unit, tingginya loss time seperti no hauler, wait operator, dan persiapan front, serta ketidaktercapaian produktivitas unit kelasRendahnya ketersediaan unit, tingginya loss time seperti no hauler, wait operator, dan persiapan front, serta ketidaktercapaian produktivitas unit kelas
ARITEKINARITEKIN Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif–deskriptif melalui studi literatur dan wawancara langsung dengan arsitek perancang. Hasil penelitianMetode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif–deskriptif melalui studi literatur dan wawancara langsung dengan arsitek perancang. Hasil penelitian