POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Caring : Jurnal KeperawatanCaring : Jurnal Keperawatan

Nyeri akibat tusukan jarum anestesi spinal merupakan pengalaman tidak menyenangkan yang menyebabkan kerugian dalam anestesi spinal, sehingga perlu penanganan. Teknik relaksasi pernapasan dalam dan aromaterapi lavender adalah metode manajemen nyeri non-farmakologis yang efektif. Selain meningkatkan kenyamanan, mengurangi nyeri juga dapat memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses penyuntikan anestesi spinal. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek teknik relaksasi pernapasan dalam dan aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri tusukan jarum anestesi spinal di Rumah Sakit Kardinah, Tegal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain two-group post-test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 72 responden yang dibagi menjadi kelompok teknik relaksasi pernapasan dalam dan aromaterapi lavender. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji statistik non-parametrik dengan uji Man Whitney diperoleh p = 0.000 (p <0.05), sehingga Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan dalam intensitas nyeri tusukan jarum anestesi spinal yang diberikan teknik relaksasi pernapasan dalam dan aromaterapi lavender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam intensitas nyeri tusukan jarum anestesi spinal di Rumah Sakit Kardinah, Tegal, antara teknik relaksasi pernapasan dalam dan aromaterapi lavender.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam intensitas nyeri tusukan jarum anestesi spinal di Rumah Sakit Kardinah, Tegal, antara teknik relaksasi pernapasan dalam dan aromaterapi lavender.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender lebih efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dibandingkan dengan teknik relaksasi pernapasan dalam.Temuan ini mengindikasikan potensi penggunaan aromaterapi lavender sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi nyeri pada pasien yang menjalani prosedur anestesi spinal.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi mekanisme fisiologis yang mendasari efek aromaterapi lavender dalam mengurangi nyeri, termasuk pengaruhnya terhadap sistem saraf otonom dan pelepasan endorfin. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain randomized controlled trial (RCT) dapat dilakukan untuk menguji efektivitas aromaterapi lavender dalam mengurangi nyeri pada pasien yang menjalani prosedur anestesi spinal, dengan memperhatikan faktor-faktor confounding seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat kecemasan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien dalam menggunakan aromaterapi lavender sebagai intervensi manajemen nyeri, termasuk persepsi mereka tentang manfaat, efek samping, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan terhadap terapi.

  1. FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BROMAGE SCORE PADA PASIEN SPINAL ANASTESI DI RUANG PEMULIHAN | Jurnal... doi.org/10.26630/jkep.v14i2.1304FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BROMAGE SCORE PADA PASIEN SPINAL ANASTESI DI RUANG PEMULIHAN Jurnal doi 10 26630 jkep v14i2 1304
  2. Efektivitas Aromaterapi Lavender dan Peppermint Terhadap Skala Nyeri Haid Pada Remaja Putri | Jurnal... doi.org/10.36911/pannmed.v16i3.1208Efektivitas Aromaterapi Lavender dan Peppermint Terhadap Skala Nyeri Haid Pada Remaja Putri Jurnal doi 10 36911 pannmed v16i3 1208
  3. Perbedaan Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam dengan Aromaterapi Lavender terhadap Intensitas Nyeri Tusukan... e-journal.poltekkesjogja.ac.id/index.php/caring/article/view/2057Perbedaan Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam dengan Aromaterapi Lavender terhadap Intensitas Nyeri Tusukan e journal poltekkesjogja ac index php caring article view 2057
Read online
File size243.9 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test