POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Caring : Jurnal KeperawatanCaring : Jurnal Keperawatan

Transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa melibatkan berbagai perubahan, termasuk aspek fisik, sosial, emosional, dan psikososial. Individu dengan kecerdasan emosional tinggi mampu mengelola emosi secara efektif, mengurangi risiko stres berlebihan, depresi, kecemasan, atau kemarahan, dan mampu menunda kepuasan instan untuk tujuan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecerdasan emosional dan strategi koping pada remaja akhir di SMA Negeri 3 Samarinda. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 178 responden dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Kecerdasan Emosional TEIQue dan instrumen Strategi Koping Brief COPE. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara kecerdasan emosional dan strategi koping (p = 0,037; r = –0,157). Korelasi tersebut lemah dan negatif, yang mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional yang lebih rendah cenderung dikaitkan dengan strategi koping yang lebih adaptif pada remaja akhir di SMA Negeri 3 Samarinda.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dan strategi koping pada remaja akhir di SMA Negeri 3 Samarinda, meskipun dengan kekuatan hubungan yang lemah dan arah negatif.Mayoritas remaja memiliki kecerdasan emosional rendah, namun tetap mampu menerapkan strategi koping adaptif.Diperlukan upaya sistematis dalam mengembangkan kapasitas remaja untuk mengelola stres melalui pendekatan yang integratif dan berbasis bukti, baik dalam ranah pendidikan formal maupun program kesehatan mental remaja di tingkat komunitas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain longitudinal untuk melacak perkembangan kecerdasan emosional dan strategi koping dari waktu ke waktu, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan kausal antara kedua variabel tersebut. Kedua, perlu dilakukan intervensi eksperimental berupa pelatihan kecerdasan emosional berbasis sekolah atau program edukatif berbasis pengalaman sosial untuk menguji efektivitasnya dalam membentuk strategi koping yang adaptif pada remaja. Ketiga, penelitian dapat memperluas eksplorasi faktor-faktor pelindung lain di luar kecerdasan emosional yang mempengaruhi kemampuan adaptasi terhadap stres, seperti dukungan teman sebaya, lingkungan belajar yang mendukung, serta nilai budaya dan religius yang kuat, guna mengembangkan program intervensi yang lebih holistik dan efektif.

  1. Kecerdasan Emosional terhadap Strategi Coping pada Mahasiswa yang Bekerja | Psikodinamika: Jurnal Literasi... ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/psikodinamika/article/view/1956Kecerdasan Emosional terhadap Strategi Coping pada Mahasiswa yang Bekerja Psikodinamika Jurnal Literasi ejournal uniramalang ac index php psikodinamika article view 1956
  2. Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Remaja Awal di Panti Asuhan Uswatun Hasanah Samarinda | Lusiawati... doi.org/10.30872/psikoborneo.v1i2.3289Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Remaja Awal di Panti Asuhan Uswatun Hasanah Samarinda Lusiawati doi 10 30872 psikoborneo v1i2 3289
  3. Human Abilities: Emotional Intelligence | Annual Reviews. human abilities emotional intelligence annual... annualreviews.org/content/journals/10.1146/annurev.psych.59.103006.093646Human Abilities Emotional Intelligence Annual Reviews human abilities emotional intelligence annual annualreviews content journals 10 1146 annurev psych 59 103006 093646
Read online
File size354.69 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test