UNESAUNESA

Jurnal Prestasi OlahragaJurnal Prestasi Olahraga

Banyak faktor yang mempengaruhi daya tahan kardiorespirasi salah satunya adalah kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok mempunyai dampak yang buruk terhadap kesehatan terutama pada organ pernafasan. Dampak negatif yang sangat dirasakan oleh seorang atlet yang memiliki kebiasaan merokok adalah buruknya kemampuan volume oksigen maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mencari tahu perbandingan pada volume oksigen maksimal (VO2 Max) antara atlet perokok dan tidak perokok pada pemain futsal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pada penelitian ini melakukan survey pada 8 atlet perokok dan 8 atlet bukan perokok. Pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan angket kebiasaan merokok dan tes daya tahan. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata VO2 Max pada atlet bukan perokok adalah 44,88 ml/kg/menit. Sedangkan nilai rata-rata VO2 Max pada atlet perokok adalah 37,88 ml/kg/menit. Nilai uji T pada nilai VO2 Max antara atlet bukan perokok dan perokok adalah sig (2-tailed) 0.03 < qvalue (sig) 0,05 maka Ho di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari peneltian ini adalah rata-rata nilai VO2 Max pada atlet yang memiliki kebiasaan merokok masuk dalam kategori sedang, rata-rata nilai VO2 Max pada atlet yang tidak memiliki kebiasaan merokok dalam kategori baik dan terdapat perbedaan yang signifikan pada VO2 Max antara atlet bukan perokok dan atlet perokok, dimana VO2 Max atlet bukan perokok lebih baik daripada atlet perokok.

Rata-rata volume oksigen maksimal (VO2 Max) atlet perokok pada pemain futsal Putra Asmara FC U18 adalah 37,88 ml/kg/menit yang termasuk dalam kategori kurang.Rata-rata volume oksigen maksimal (VO2 Max) atlet tidak perokok adalah 44,90 ml/kg/menit yang termasuk dalam kategori sedang.Terdapat perbedaan signifikan pada volume oksigen maksimal (VO2 Max) antara atlet perokok dan tidak perokok pada pemain futsal Putra Asmara FC U18.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar agar hasil temuan lebih representatif dan dapat digeneralisasi terhadap populasi atlet futsal secara luas, mengingat keterbatasan jumlah subjek dalam penelitian ini hanya 16 atlet. Kedua, penelitian lanjutan sebaiknya memperhatikan faktor pengganggu seperti status hemoglobin, frekuensi dan durasi merokok, serta aktivitas fisik di luar latihan rutin untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai pengaruh merokok terhadap VO2 Max. Ketiga, penting untuk membedakan antara perokok aktif dan perokok pasif dalam kelompok non-merokok, serta mempertimbangkan paparan asap rokok lingkungan, sehingga hasil perbandingan VO2 Max antar kelompok menjadi lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Read online
File size375.07 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test