UNESAUNESA
Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa MesinDalam penelitian ini, mesin bor yang digunakan yaitu mesin bor KTK LGT-360 dengan kondisi sistem kerja mesin yang masih berbentuk manual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang komponen automatic switch dan perakitan pada mesin bor vertikal semi otomatis KTK LGT-360. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya inovatif tetapi juga dapat diimplementasikan sesuai fungsi. Proses perancangan hanya melibatkan tiga komponen utama pada vertical drilling machine KTK LGT-360 semi otomatis, yaitu motor listrik, automatic switch, dan pulley v-belt. Adapun hasil uji fungsi menunjukkan bahwa setelah proses perancangan, mesin dapat melakukan pengeboran pada baja karbon ST-37 dengan baik pada berbagai kecepatan transmisi pulley. Berdasarkan hasil yang didapatkan, vertical drilling machine KTK LGT-360 semi otomatis memiliki spesifikasi akhir mesin, yaitu 640 mm x 330 mm x 1129 mm, tegangan 380 VAC/1 HP, dengan sistem kelistrikan 1 phase. Fitur semi otomatis yang telah melalui proses redesain berfungsi dengan baik. Hasil dari perhitungan kecepatan transmisi pulley yaitu, 1333,33 Rpm, 1112,97 Rpm, 770,54 Rpm. Hasil dari pengukuran kecepatan transmisi pulley menggunakan tachometer sebesar 1920 Rpm, 1292,7 Rpm, 828,6 Rpm.
Motor listrik yang digunakan memiliki spesifikasi MCBV56-4, frekuensi 50 Hz, 220 V, sistem kelistrikan 1 Hp, dengan kecapatan 1400 Rpm.Hasil uji fungsi pergerakan mata bor naik turun menggunakan fitur semi otomatis dengan kecepatan 3 transmisi pulley yang berbeda yaitu, 1333,3 Rpm, 1112,97 Rpm, dan 770,54 Rpm dengan waktu yang dihasilkan selama 3 kali percobaan, yaitu 53 detik, 46 detik, dan 57 detik.Sedangkan material yang digunakan yaitu baja karbon ST-37.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai perancangan dan implementasi fitur otomatisasi pada mesin bor vertikal. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan sistem kontrol otomatis yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pengeboran. Selain itu, studi lanjutan juga dapat mengeksplorasi desain dan integrasi komponen-komponen pendukung, seperti sistem pengendalian kecepatan dan sistem penjepitan benda kerja, untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas mesin bor vertikal semi otomatis.
| File size | 2.03 MB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Hasil estimasi menunjukkan bahwa total biaya produksi mesin ball mill sebesar Rp 3. 807.491, yang terdiri dari biaya material dan komponen Rp 3. 094.600,Hasil estimasi menunjukkan bahwa total biaya produksi mesin ball mill sebesar Rp 3. 807.491, yang terdiri dari biaya material dan komponen Rp 3. 094.600,
UNESAUNESA Dari hasil penelitian yang diperoleh, pengembangan aplikasi media pembelajaran berbasis web dengan model pengembangan media ADDIE dengan arsitektur frameworkDari hasil penelitian yang diperoleh, pengembangan aplikasi media pembelajaran berbasis web dengan model pengembangan media ADDIE dengan arsitektur framework
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu pemrosesan terhadap sifat mekanik dan laju biodegradasi bioplastik PLA–tepung kulit singkong.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu pemrosesan terhadap sifat mekanik dan laju biodegradasi bioplastik PLA–tepung kulit singkong.
UNESAUNESA Permasalahan yang sering terjadi pada peternak puyuh meliputi ketidakefisienan waktu pengambilan telur, risiko kerusakan telur akibat penanganan manual,Permasalahan yang sering terjadi pada peternak puyuh meliputi ketidakefisienan waktu pengambilan telur, risiko kerusakan telur akibat penanganan manual,
UNESAUNESA drum yang digunakan memiliki volume 3281,7 cm3 yang digerakkan dengan motor KTYZ 14 W 60 rpm menggunakan transmisis timing pulley berdiameter 25 mm dandrum yang digunakan memiliki volume 3281,7 cm3 yang digerakkan dengan motor KTYZ 14 W 60 rpm menggunakan transmisis timing pulley berdiameter 25 mm dan
UNESAUNESA 5kg, dan 2kg, sementara mata pisau datar memanjang memiliki rata-rata waktu 5 detik, 6 detik, dan 6. 6 detik untuk berat yang sama. Temuan ini diharapkan5kg, dan 2kg, sementara mata pisau datar memanjang memiliki rata-rata waktu 5 detik, 6 detik, dan 6. 6 detik untuk berat yang sama. Temuan ini diharapkan
UNESAUNESA Desain yang dihasilkan memenuhi kebutuhan operasional dengan efisiensi tinggi dan kerugian tekanan minimal. Hal ini menunjukkan bahwa perancangan pompaDesain yang dihasilkan memenuhi kebutuhan operasional dengan efisiensi tinggi dan kerugian tekanan minimal. Hal ini menunjukkan bahwa perancangan pompa
UNESAUNESA Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) yang meliputi pengembangan desain, pembuatan prototipe, uji coba, dan analisis data. SistemPenelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) yang meliputi pengembangan desain, pembuatan prototipe, uji coba, dan analisis data. Sistem
Useful /
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan material benda kerja terhadap waktu proses pengerjaan menggunakan mesin bor semi otomatis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan material benda kerja terhadap waktu proses pengerjaan menggunakan mesin bor semi otomatis.
UNESAUNESA Maka oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan energi alternatif lainnya. Dipilihnya gas alam karena saat ini produksinya meningkat di Indonesia, juga lebihMaka oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan energi alternatif lainnya. Dipilihnya gas alam karena saat ini produksinya meningkat di Indonesia, juga lebih
UNESAUNESA Konsumsi bahan bakar pada mesin setelah dimodifikasi menjadi lebih irit dibandingkan dengan mesin berbahan bakar bensin, 2. ternyata mesin bahan bakarKonsumsi bahan bakar pada mesin setelah dimodifikasi menjadi lebih irit dibandingkan dengan mesin berbahan bakar bensin, 2. ternyata mesin bahan bakar
UNESAUNESA Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sudut single-link 0˚ hingga 180˚ dan menggunakan variasi kecepatan 20 rpm, 40 rpm dan 60 rpm. KemudianPenelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sudut single-link 0˚ hingga 180˚ dan menggunakan variasi kecepatan 20 rpm, 40 rpm dan 60 rpm. Kemudian