4141

Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi

Bangunan sekolah sebagai sarana pendidikan untuk kelancaran proses belajar mengajar. Dengan pemeliharaan gedung yang kurang baik menyebabkan berbagai fungsi fasilitas gedung semakin menurun dan mempengaruhi kualitas dan kenyamanan pengguna gedung. Apabila kerusakan komponen gedung dibiarkan maka secara perlahan umur layan gedung akan berkurang. Melihat fungsi dari bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Generasi Bangsa Meulaboh, maka sudah seharusnya bangunan ini mendapat pemeliharaan yang baik agar keandalan dan kelayakan bangunan secara arsitektur, struktur, maupun utilitas tetap terjaga dan berfungsi secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prioritas pemeliharaan gedung. Metode analisis yang digunakan metode statistik dan Analytical Hierarcy Process (AHP). Hasil analisis urutan prioritas pemeliharaan elemen asitektur dapat prioritas pertama yaitu penutup atap, sedangkan prioritas kedua pada elemen struktural yaitu kolom, balok dan plat lantai. Sedangkan elemen utilitas mendapat prioritas kedua belas dan seterusnya.

Hasil identifikasi kerusakan pada gedung SMA Bina Generasi Bangsa menunjukkan adanya komponen yang perlu segera dipelihara agar kerusakannya tidak menjalar ke komponen lain, akibat belum adanya program operasi dan pemeliharaan rutin.Prioritas utama pemeliharaan adalah pada elemen arsitektur, khususnya penutup atap atau penggantian atap.Komponen struktural seperti kolom dan balok yang mengalami retak serta terkupasnya selimut beton menjadi prioritas berikutnya dalam program pemeliharaan.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk menganalisis dampak jangka panjang dari pemeliharaan atap terhadap kinerja keseluruhan bangunan sekolah, apakah perbaikan komponen utama tersebut secara signifikan memperlambat kerusakan komponen lain. Kedua, perlu dikaji model pemeliharaan rutin berbasis data kondisi aktual setiap komponen gedung, dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan pesisir seperti korosi akibat kelembapan dan garam laut yang mungkin mempercepat kerusakan struktur beton. Ketiga, perlu dikembangkan sistem pengambilan keputusan dinamis menggunakan metode AHP terintegrasi dengan data pemantauan kondisi gedung secara berkala, sehingga urutan prioritas pemeliharaan dapat diperbarui secara realistis sesuai perubahan kondisi, bukan hanya berdasarkan survei sekali waktu, guna mendukung manajemen gedung sekolah yang lebih efisien dan proaktif.

Read online
File size625.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test