UMSUMS

FISIO MU: Physiotherapy EvidencesFISIO MU: Physiotherapy Evidences

Individu dengan sindrom metabolik memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk mengalami penyakit jantung dan stroke, dua kali lebih mungkin untuk mengalami kematian, dan risiko diabetes tipe 2. Sindrom metabolik ditandai dengan kumpulan gangguan metabolik yang disebabkan oleh obesitas, dalam bentuk kombinasi dislipidemia, hipertensi, hiperglikemia, dan obesitas sentral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan latihan aerobik dan latihan resistensi terhadap daya tahan kardiovaskular. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest dan posttest dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sebagian besar berusia >70 tahun (40%), perempuan (65%), BMI normal (52,5%), dan aktivitas fisik 2 kali seminggu (47,5%). Hasil uji t berpasangan pada kelompok 1 meningkat dari 3,34 ± 0,57 menjadi 6,00 ± 1,8. pada kelompok 2 meningkat dari 3,38 ± 0,67 menjadi 5,46 ± 1,14. Hasil uji t sampel independen nilai sig (p = 0,025). Disimpulkan bahwa terdapat efek latihan aerobik dan latihan resistensi, dan terdapat perbedaan dalam efek peningkatan daya tahan kardiovaskular pada sindrom metabolik.

Terdapat efek latihan aerobik dan latihan resistensi, dan terdapat perbedaan dalam efek peningkatan daya tahan kardiovaskular pada sindrom metabolik.Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua jenis latihan efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskular, namun latihan aerobik memberikan efek yang lebih besar dibandingkan latihan resistensi.Hasil ini mengindikasikan pentingnya mempertimbangkan jenis latihan yang paling sesuai untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular pada individu dengan sindrom metabolik.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi mekanisme fisiologis yang mendasari perbedaan efek antara latihan aerobik dan resistensi terhadap daya tahan kardiovaskular. Hal ini dapat melibatkan pengukuran variabel fisiologis tambahan seperti VO2max, ambang laktat, dan respons hormonal. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas kombinasi latihan aerobik dan resistensi dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskular dan parameter metabolik pada individu dengan sindrom metabolik. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi latihan terhadap perkembangan sindrom metabolik dan risiko penyakit kardiovaskular. Dengan menggabungkan temuan-temuan ini, diharapkan dapat dikembangkan protokol latihan yang lebih personal dan efektif untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular pada populasi dengan sindrom metabolik.

  1. Pengaruh Senam Aerobik Intensitas Moderate Terhadap Peningkatan Imun Di Era Normal Baru: Systematic Review... journals.ums.ac.id/index.php/fisiomu/article/view/17782Pengaruh Senam Aerobik Intensitas Moderate Terhadap Peningkatan Imun Di Era Normal Baru Systematic Review journals ums ac index php fisiomu article view 17782
  2. EDUKASI PENYAKIT DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BANGKALA | Journal of Community... journals.eduped.org/index.php/jcos/article/view/421EDUKASI PENYAKIT DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BANGKALA Journal of Community journals eduped index php jcos article view 421
  3. "Aerobic Exercise On Increasing Endurance In Coronary Heart Disease Patients With 6MWT: Case Study"... doi.org/10.7454/jfti.v2i1.1050Aerobic Exercise On Increasing Endurance In Coronary Heart Disease Patients With 6MWT Case Study doi 10 7454 jfti v2i1 1050
  4. Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sindroma Metabolik Pada Pegawai Kantor PT. PLN Unit... doi.org/10.20885/bikkm.vol2.iss2.art6Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sindroma Metabolik Pada Pegawai Kantor PT PLN Unit doi 10 20885 bikkm vol2 iss2 art6
Read online
File size268.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test