UMSUMS

FISIO MU: Physiotherapy EvidencesFISIO MU: Physiotherapy Evidences

Pendahuluan: Kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada lansia dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis, termasuk kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan kadar glukosa darah acak pada lansia di Kota Malang. Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang melibatkan 68 responden lansia berusia ≥60 tahun dari tiga panti jompo di Kota Malang menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Scale (GAS) dan kadar glukosa darah acak diukur menggunakan glucometer. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearmans Rho. Hasil: Sebagian besar responden berusia 70-79 tahun (41%) dan laki-laki (53%). Tingkat kecemasan menunjukkan 46% kecemasan sedang, 35% kecemasan berat, dan 19% kecemasan ringan. Kadar glukosa darah acak menunjukkan 68% berada dalam kategori pra-diabetes dan 32% normal. Uji korelasi Spearmans Rho menghasilkan koefisien korelasi r=0,560 dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05), menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kadar glukosa darah acak pada lansia di Kota Malang. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi pula kadar glukosa darah acak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan merupakan kondisi umum yang dialami lansia di panti jompo dengan tingkat keparahan bervariasi.Hasil pemeriksaan glukosa darah acak menunjukkan sebagian responden memiliki kadar di atas batas normal, menandakan gangguan regulasi glukosa cukup umum terjadi.Uji korelasi Spearman mengungkapkan hubungan positif yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kadar glukosa darah acak (r=0,560), menunjukkan bahwa peningkatan kecemasan berkaitan dengan peningkatan kadar gula darah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk melihat bagaimana perubahan tingkat kecemasan dari waktu ke waktu memengaruhi perkembangan gangguan metabolisme glukosa pada lansia di panti jompo, sehingga dapat diketahui apakah kecemasan berperan sebagai faktor risiko progresi menuju diabetes. Kedua, diperlukan studi intervensi yang menguji efektivitas program terapi fisik terstruktur seperti senam lansia, tai chi, atau latihan pernapasan dalam menurunkan kecemasan sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin, agar dapat dikembangkan pendekatan terapi holistik yang terukur. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian komparatif antara lansia di panti jompo dan lansia yang tinggal di rumah dengan dukungan keluarga untuk memahami pengaruh lingkungan hidup dan isolasi sosial terhadap interaksi antara kecemasan dan regulasi gula darah, sehingga intervensi dapat disesuaikan dengan konteks sosial masing-masing kelompok.

  1. Faktor Resiko Kejadian Diabetes Mellitus Pada Lansia | Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan. faktor resiko... jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/JIK/article/view/860Faktor Resiko Kejadian Diabetes Mellitus Pada Lansia Poltekita Jurnal Ilmu Kesehatan faktor resiko jurnal poltekkespalu ac index php JIK article view 860
  2. Pengaruh Stres Kronik terhadap Otak: Kajian Biomolekuler Hormon Glukokortikoid dan Regulasi Brain-Derived... jik.fk.unri.ac.id/index.php/jik/article/view/67Pengaruh Stres Kronik terhadap Otak Kajian Biomolekuler Hormon Glukokortikoid dan Regulasi Brain Derived jik fk unri ac index php jik article view 67
  3. | CIA | Dove Medical Press. cia dove medical press dovepress.com/decreased-autonomy-in-community-dwelling-older-adults-peer-reviewed-fulltext-article-CIACIA Dove Medical Press cia dove medical press dovepress decreased autonomy in community dwelling older adults peer reviewed fulltext article CIA
Read online
File size329.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test