UMSUMS

Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik SipilDinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil

Pada tahun 2014, terjadi longsor di Karangkobar yang menyebabkan ratusan korban jiwa dan kerusakan pada rumah serta infrastruktur. Longsor tersebut disebabkan oleh topografi lingkungan yang berada di dataran tinggi. Pada tahun 2017, sebuah proyek perumahan dibuka di lokasi kejadian longsor pada tahun 2014. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi pergerakan tanah pasca longsor akibat adanya perubahan tata guna lahan sebagai kawasan perumahan. Penelitian ini menggunakan tes laboratorium, asesmen lapangan, dan model numeris dengan Plaxis. Model numeris divalidasi sesuai dengan kejadian longsor tahun 2014, dan diprediksikan pergerakan tanah untuk tahun 2022. Hasil analisis balik didapatkan nilai angka aman (SF) sebesar 0,992. Lereng dimodelkan untuk kondisi tahun 2022, saat pembangunan perumahan dilaksanakan. Hasilnya adalah nilai angka aman (SF) sebesar 1,043 dan terjadi pergerakan tanah atau deformasi sebesar 0,044 m di lokasi didirikan perumahan. Solusi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pengaturan drainase bawah tanah dan variasi geometri pada lereng dengan menurunkan sudut kemiringan menjadi 12o dan sistem terasering. Hasilnya adalah nilai angka aman (SF) menjadi 1,898 dan tidak ada pergerakan tanah yang terjadi di lokasi didirikan perumahan. Penelitian ini berguna sebagai referensi instansi terkait dalam mengambil kebijakan mengenai manajemen bencana alam.

Penelitian potensi pergerakan tanah pasca longsor telah dilaksanakan dengan baik.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut.Setelah dilakukan validasi mengenai kejadian masa lalu dan analisis dua dimensi, terjadi kecocokan perubahan elevasi permukaan tanah.Pada analisis historis terlihat adanya perubahan elevasi hingga -3m, sedangkan pada analisis dua dimensi terlihat adanya slip surface pada bagian kaki lereng.Terlihat adanya penurunan angka aman (SF) pasca dibangunnya perumahan dan deformasi pada arah horizontal dan vertikal hingga mencapai -3cm, dalam kurun waktu 1 tahun.Perbaikan yang direkomendasikan cukup dapat meningkatkan SF.Perbaikan tersebut adalah, tersering lereng, perkuatan tanah disertai drainase permukaan dan drainase bawah tanah (subdrain).Kenyataan yang terjadi, hingga saat ini longsor local pada area tersebut terus terjadi di saat perbaikan yang disebutkan di atas tidak dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model numeris yang lebih akurat dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti perubahan iklim dan pola curah hujan. 2. Melakukan studi kasus lebih lanjut untuk menganalisis dampak perubahan tata guna lahan terhadap stabilitas lereng dan potensi pergerakan tanah. 3. Menerapkan solusi yang telah ditemukan dalam penelitian ini, yaitu pengaturan drainase bawah tanah dan variasi geometri lereng, pada lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami longsor akibat perubahan fungsi lahan. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi manajemen bencana alam yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size505.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test