UMSUMS

Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik SipilDinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, sering terjadi di Indonesia akibat tingginya intensitas hujan yang dipengaruhi oleh La Nina. Pulau Jawa-Bali, dengan tingkat kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi, menjadi salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas hujan dengan metode Mononobe menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai alat utama dalam pemetaan. Data hujan harian dari 37 stasiun cuaca di Pulau Jawa-Bali selama periode 2014 - 2023 diolah untuk menghitung intensitas hujan, yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian mendapatkan bahwa curah hujan harian maksimum pada 37 stasiun klimatologi yang tersebar di Pulau Jawa-Bali periode pengamatan 2014-2023 sebanyak 11 stasiun (29,7%) masuk kategori normal curah hujan rendah (0 – 100 mm) sedangkan 26 stasiun (70,3%) masuk kategori normal curah hujan menengah (100 – 300 mm), intensitas hujan metode Mononobe durasi 60 menit untuk 37 stasiun klimatologi yang tersebar di Pulau Jawa-Bali masuk kategori tinggi tinggi (> 20 mm) dan peta intensitas hujan yang bervariasi untuk kala ulang 2, 5 dan 10 tahun yang dapat dimanfaatkan untuk desain infrastruktur pengendalian banjir sehingga mendukung perencanaan mitigasi bencana hidrometeorologi berbasis data yang lebih efektif.

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa intensitas hujan di Pulau Jawa-Bali menunjukkan variasi yang signifikan, dengan sebagian besar stasiun klimatologi masuk kategori curah hujan menengah.Metode Mononobe menunjukkan intensitas hujan tinggi pada durasi 60 menit, dan peta intensitas hujan yang dihasilkan memberikan informasi penting untuk perencanaan infrastruktur pengendalian banjir.Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam analisis ini memungkinkan visualisasi data yang lebih efektif dan mendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap pola curah hujan dan risiko banjir di wilayah Jawa-Bali, dengan mempertimbangkan data satelit dan pemodelan spasial yang lebih canggih. Kedua, pengembangan model prediksi intensitas hujan berbasis machine learning dengan memanfaatkan data historis dan parameter iklim lainnya dapat meningkatkan akurasi peringatan dini bencana banjir. Ketiga, integrasi data hidrometeorologi dengan data sosial-ekonomi dan kerentanan masyarakat dapat menghasilkan peta risiko yang lebih komprehensif dan mendukung perencanaan mitigasi yang lebih efektif dan terarah.

  1. Analisis Optimalisasi Ketahanan Daerah Berbasis GIS, Remote Sensing dan Cloud untuk Manajemen Banjir... doi.org/10.35475/riptek.v17i1.196Analisis Optimalisasi Ketahanan Daerah Berbasis GIS Remote Sensing dan Cloud untuk Manajemen Banjir doi 10 35475 riptek v17i1 196
  2. ANALISIS INTENSITAS CURAH HUJAN DAN KURVA IDF (INTENSITY-DURATION-FREQUENCY) METODE MONONOBE DI KOTA... doi.org/10.56127/juit.v3i3.1641ANALISIS INTENSITAS CURAH HUJAN DAN KURVA IDF INTENSITY DURATION FREQUENCY METODE MONONOBE DI KOTA doi 10 56127 juit v3i3 1641
  3. JDR Vol.17 p.516 (2022) | Fuji Technology Press: academic journal publisher. jdr vol fuji technology... doi.org/10.20965/jdr.2022.p0516JDR Vol 17 p 516 2022 Fuji Technology Press academic journal publisher jdr vol fuji technology doi 10 20965 jdr 2022 p0516
Read online
File size746.06 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test