UNIPASBYUNIPASBY

Best : Journal of Applied Electrical, Science and TechnologyBest : Journal of Applied Electrical, Science and Technology

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja recloser dalam meningkatkan keandalan jaringan distribusi 20 kilovolt di PT PLN (Persero) UP3 Lhokseumawe. Penelitian ini berfokus pada optimasi penempatan dan pengaturan waktu tunda recloser berdasarkan arus gangguan dan impedansi jaringan. Metode komparatif digunakan, melibatkan perhitungan manual dan simulasi menggunakan software ETAP 16.0.0. Objek penelitian adalah penyulang CD 12. Simulasi mengevaluasi arus gangguan dan waktu tunda recloser yang sesuai pada beberapa lokasi bus. Hasil menunjukkan bahwa semakin dekat lokasi gangguan ke sumber daya, semakin tinggi arus hubung singkat, yang mengakibatkan waktu operasi recloser lebih singkat. Sebaliknya, jarak yang lebih jauh menghasilkan arus gangguan yang lebih rendah dan pengaturan waktu tunda yang lebih lama. Analisis ini menegaskan bahwa koordinasi dan pengaturan parameter yang tepat secara signifikan meningkatkan proteksi sistem dan pemulihan. Selain itu, perbedaan antara hasil perhitungan manual dan simulasi menekankan pentingnya alat digital dalam analisis jaringan distribusi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komparatif antara perhitungan manual dan berbasis ETAP yang secara khusus diterapkan pada penyulang CD 12 di PT PLN UP3 Lhokseumawe.

Semakin dekat jarak antara sumber dan lokasi gangguan hubung singkat, semakin besar arus gangguan yang dihasilkan, sedangkan semakin jauh lokasi gangguan, semakin kecil arus yang dihasilkan.Arus gangguan yang lebih kecil menyebabkan waktu operasi recloser untuk membuka dan menutup kembali cenderung lebih lama.Hasil perbandingan antara perhitungan manual dan simulasi ETAP 16.0 menunjukkan perbedaan nilai, namun secara umum tren hasil keduanya tidak berbeda signifikan dalam analisis sistem proteksi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian yang mengkaji pengaruh integrasi sumber energi terbarukan terhadap kinerja recloser di jaringan distribusi 20 kV, khususnya dalam kondisi beban yang bervariasi dan fluktuatif, untuk memahami bagaimana recloser beradaptasi secara dinamis. Kedua, penting untuk mengevaluasi strategi penempatan recloser secara optimal dengan mempertimbangkan pola beban harian dan titik gangguan potensial menggunakan pendekatan pemodelan stokastik, agar sistem proteksi dapat lebih responsif dan selektif. Ketiga, sebaiknya dikembangkan studi komparatif mendalam antara berbagai software simulasi seperti ETAP, DIgSILENT, dan CYME pada jaringan distribusi yang sama, untuk menilai konsistensi, akurasi, dan sensitivitas masing-masing perangkat lunak dalam menentukan setting recloser dan koordinasi proteksi.

  1. Genetic optimisation‐based distributed energy resource allocation and recloser‐fuse... ietresearch.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1049/iet-gtd.2020.0664Genetic optimisationyAAAabased distributed energy resource allocation and recloseryAAAafuse ietresearch onlinelibrary wiley doi 10 1049 iet gtd 2020 0664
Read online
File size658.37 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test