INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE

IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan MahasiswaIKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, terutama dalam menjaga keberlangsungan produk tradisional daerah. Namun, keterbatasan branding dan pemasaran digital sering menjadi kendala dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendampingan UMKM Dodol Ibu Lina, produsen dodol tradisional khas Desa Lahang Baru, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, melalui strategi yang mencakup pembuatan logo dan identitas merek, pengembangan kemasan, legalisasi usaha, serta pembuatan dan optimalisasi akun penjualan online di Shopee dan TikTok Shop. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dengan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, Dodol Ibu Lina dipasarkan secara konvensional melalui promosi dari mulut ke mulut, menggunakan kemasan plastik polos tanpa label, belum memiliki logo, belum terdaftar sebagai UMKM, dan belum memanfaatkan pemasaran online. Setelah pendampingan, usaha ini berhasil memiliki identitas merek yang jelas, kemasan kardus dengan desain menarik dan informasi produk, lokasi yang terdaftar di Google Maps, izin resmi usaha, serta akun penjualan online yang aktif dengan strategi promosi digital yang terintegrasi. Perubahan ini meningkatkan jangkauan pasar dari hanya lingkup lokal menjadi menjangkau pembeli di luar provinsi, serta membuat penjualan lebih stabil sepanjang tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan melalui strategi branding dan pemasaran digital memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan UMKM Dodol Ibu Lina di Desa Lahang Baru.Sebelum pendampingan, usaha ini masih berjalan secara sederhana dengan berbagai keterbatasan, seperti belum memiliki logo atau identitas merek, kemasan yang masih polos tanpa informasi produk, belum terdaftar sebagai UMKM, tidak memiliki izin usaha, belum terdaftar di Google Maps, dan tidak memanfaatkan platform penjualan daring.Kondisi tersebut menyebabkan jangkauan pasar terbatas pada wilayah lokal dan penjualan hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.Setelah pendampingan, berbagai aspek usaha mengalami transformasi positif.Identitas merek dibangun melalui pembuatan logo dan desain kemasan baru berbahan kardus yang lebih menarik dan informatif.Lokasi usaha didaftarkan di Google Maps sehingga lebih mudah diakses oleh konsumen, baik secara langsung maupun daring.Legalitas usaha dipenuhi dengan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang membuka peluang bagi Dodol Ibu Lina untuk mengikuti program pembinaan UMKM dan memperluas kemitraan.Pemasaran digital dioptimalkan melalui pembuatan akun penjualan di Shopee dan TikTok Shop, lengkap dengan strategi promosi berbasis konten kreatif, iklan digital, dan integrasi lintas platform.

Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis dampak jangka panjang dari pendampingan branding dan pemasaran digital terhadap kinerja dan pertumbuhan UMKM Dodol Ibu Lina, termasuk peningkatan penjualan, profitabilitas, dan penciptaan lapangan kerja. 2. Mengeksplorasi strategi-strategi pemasaran digital lanjutan yang dapat diterapkan oleh UMKM Dodol Ibu Lina untuk memperluas jangkauan pasar, seperti penggunaan media sosial lainnya, influencer marketing, atau kolaborasi dengan platform e-commerce besar. 3. Melakukan studi komparatif antara UMKM yang telah menerima pendampingan branding dan pemasaran digital dengan UMKM yang belum, untuk mengukur perbedaan kinerja dan keberhasilan dalam mengembangkan usaha.

Read online
File size1.24 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test