INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE

IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan MahasiswaIKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedisiplinan warga binaan dalam mengikuti kegiatan pesantren di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan ditinjau dari perspektif maqashid al-syariah. Berdasarkan Pasal 1 angka 18 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Lapas berfungsi bukan hanya sebagai tempat penjatuhan pidana, tetapi juga sebagai lembaga pembinaan dan rehabilitasi yang bertujuan mengembalikan narapidana menjadi pribadi yang bermoral dan produktif di masyarakat. Salah satu bentuk pembinaan yang diterapkan adalah melalui penyelenggaraan pesantren, yang berperan penting dalam membina spiritual, moral, dan karakter warga binaan agar mampu bertaubat, memperbaiki diri, serta memiliki kesadaran religius yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif dengan model participant research, yaitu menelaah fenomena secara langsung di lapangan secara alami tanpa rekayasa. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan yang memenuhi kriteria 3M (mengetahui, memahami, mengalami), sedangkan data sekunder bersumber dari literatur seperti buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pesantren Al-Ichwan di Lapas Kelas IIA Tembilahan berperan besar dalam menanamkan nilai-nilai maqāshid al-syariah kepada warga binaan, yang mencakup lima aspek utama, yaitu Hifzh ad-Din (menjaga agama), Hifzh an-Nafs (menjaga jiwa), Hifzh al-Aql (menjaga akal), Hifzh an-Nasl (menjaga keturunan), dan Hifzh al-Mal (menjaga harta). Melalui pembinaan keagamaan, pengajian, bimbingan ibadah, dan pelatihan keterampilan, warga binaan dilatih untuk disiplin dalam menjalankan kegiatan spiritual dan sosial yang memperkuat keimanan, ketenangan jiwa, dan tanggung jawab moral. Kedisiplinan terbukti menjadi faktor utama keberhasilan pembinaan karena membentuk kepribadian Islami yang taat aturan dan berakhlak mulia.

Pembinaan warga binaan di Pesantren Al-Ichwan Lapas Kelas IIA Tembilahan yang berlandaskan lima prinsip utama Maqashid al-Syariah merupakan upaya komprehensif dalam membentuk kepribadian dan moral yang islami.Kegiatan pesantren yang rutin dan terarah melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran akan pentingnya menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.Pembinaan berbasis maqashid al-syariah diharapkan mampu menciptakan pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif serta bermanfaat.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas model pembinaan pesantren berbasis maqashid al-syariah terhadap penurunan angka residivisme di berbagai lapas di Indonesia, untuk melihat apakah pendekatan ini dapat diterapkan secara nasional atau memerlukan adaptasi lokal. Kedua, penting untuk mempelajari pengaruh pelatihan keterampilan berbasis ekonomi syariah terhadap kesiapan warga binaan dalam memasuki dunia kerja setelah bebas, termasuk tantangan yang mereka hadapi dalam mempertahankan prinsip kejujuran dan tanggung jawab secara finansial. Ketiga, perlu dikaji bagaimana integrasi program keluarga sakinah dalam pesantren lapas memengaruhi pemulihan hubungan keluarga warga binaan, mengingat peran keluarga yang penting dalam proses reintegrasi sosial dan pencegahan kembali ke tindak pidana. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang aspek-aspek kunci dalam rehabilitasi berbasis nilai religius dan sosial, serta memberikan dasar untuk pengembangan kebijakan pembinaan yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Read online
File size397.2 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test