UNPARUNPAR

Sustainability Accounting JournalSustainability Accounting Journal

Kerusakan ekonomi dan lingkungan adalah hasil dari tata kelola industri yang tidak berkelanjutan. Konsep keberlanjutan perusahaan, terutama dalam hal lingkungan, membuat setiap aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan perlu dipertimbangkan. Konsep akuntansi hijau adalah konsep tanggung jawab lingkungan di mana perusahaan memasukkan biaya lingkungan dalam aktivitasnya. Seiring dengan perkembangan konsep akuntansi hijau dalam praktik, penelitian untuk konsep ini juga berkembang secara global dan nasional. Studi ini memberikan pengetahuan kepada peneliti yang tertarik di bidang akuntansi hijau tentang objek dan variabel yang telah dan belum digunakan, metode yang dapat digunakan, teori terkait, dan objek atau sampel penelitian yang telah dilakukan untuk penelitian lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah Charting the Field, di mana penelitian yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan di jurnal Sinta 2 dan Sinta 3 Kemendikbud dengan kategori jurnal akuntansi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa 51 artikel menggunakan akuntansi hijau sebagai variabel dalam studi, dengan jenis penelitian kuantitatif dominan, yaitu 42 artikel, sedangkan teori dominan yang digunakan adalah teori legitimasi, yaitu 25 artikel dan 12 artikel menggunakan objek atau sampel dalam bentuk perusahaan manufaktur, jenis objek penelitian ini adalah yang tertinggi di Indonesia.

Penelitian akuntansi hijau adalah salah satu hal yang saat ini semakin meningkat.Hal ini dapat disebabkan oleh perhatian global yang semakin meningkat terhadap konsep keberlanjutan.Tanggung jawab perusahaan saat ini tidak hanya untuk memberikan manfaat kepada pemegang saham, tetapi juga untuk memberikan tanggung jawab lingkungan kepada masyarakat luas.Perkembangan penelitian akuntansi hijau selama 11 tahun telah meningkat.Pemetaan penelitian akuntansi hijau yang dilakukan dari tahun 2012 hingga 2022 dengan tinjauan sistematis di jurnal Sinta 2 dan Sinta 3 Kemendikbud dengan kategori akuntansi, menunjukkan bahwa jumlah studi tertinggi adalah pada tahun 2022.Pertumbuhan yang tidak terlalu signifikan terjadi dari tahun 2012 hingga 2019, tetapi pada tahun 2020 penelitian meningkat tajam.Pada tahun 2021, penelitian akuntansi hijau menurun sedikit, tetapi pada tahun 2022 meningkat tajam kembali.Hal ini membuktikan bahwa akuntansi hijau, yang merupakan bentuk hubungan antara bisnis dan lingkungan, penting untuk dipelajari secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang implementasi akuntansi hijau di berbagai sektor industri, termasuk sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa, serta sektor nirlaba seperti universitas. Kedua, penelitian tentang dampak akuntansi hijau terhadap kinerja perusahaan dan nilai perusahaan dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Ketiga, penelitian tentang peran akuntansi hijau dalam meningkatkan kepercayaan publik dan menarik investor juga dapat menjadi topik menarik untuk dieksplorasi.

  1. Green Earth: Carbon Emissions, ISO 14001, Governance Structures, Militarily Connected from the Manufacturing... doi.org/10.18196/jai.2101134Green Earth Carbon Emissions ISO 14001 Governance Structures Militarily Connected from the Manufacturing doi 10 18196 jai 2101134
  2. "PENGARUH ENVIRONMENTAL PERFORMANCE TERHADAP ECONOMIC PERFORMANCE" by Kartika Hendra Titisari... doi.org/10.21002/jaki.2012.04PENGARUH ENVIRONMENTAL PERFORMANCE TERHADAP ECONOMIC PERFORMANCE by Kartika Hendra Titisari doi 10 21002 jaki 2012 04
Read online
File size419.51 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test