UNRAMUNRAM

Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA )Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA )

Sampah merupakan hasil buangan dari seluruh aktivitas manusia sehari-hari. Setiap hari manusia menghasilkan sampah, baik organik maupun anorganik, dengan berbagai bentuk dan jenis. Permasalahan ini juga ditemukan di banyak kawasan perumahan, salah satunya Perumahan Babakan Permai di Kota Mataram. Penanganan sampah di perumahan tersebut dilakukan dengan penjadwalan pengambilan sampah dua kali dalam seminggu oleh petugas. Hal ini berpotensi menyebabkan penumpukan sampah di tiap rumah, yang mengganggu kebersihan dan kesehatan lingkungan. Permasalahan ini dapat diatasi dengan pembuatan alat Smart Trash Can berbasis IoT yang mempermudah kerja petugas sampah. Proyek akhir ini merupakan prototipe tempat sampah pintar yang mampu memonitor kondisi bak sampah dengan memanfaatkan konsep Internet of Things (IoT) melalui jaringan internet menggunakan protokol MQTT yang ringan dan cocok untuk perangkat dengan sumber daya terbatas. Sistem ini menggunakan sensor beban (load cell) untuk mendeteksi berat sampah, modul HX711 untuk konversi nilai berat, serta sensor magnetic switch untuk mendeteksi kondisi tutup tempat sampah, yang seluruhnya terhubung ke mikrokontroler.

Rangkaian elektronika Smart Trash Can yang dibuat telah mampu melakukan monitoring terhadap tempat sampah dengan menampilkan bobot sampah dan status tutup tempat sampah.Sistem web yang dikembangkan mampu menampilkan data penambahan sampah dan data sampah penuh dari masing-masing sensor dalam bentuk tabel untuk memudahkan pemantauan.Pengujian sistem menggunakan pendekatan black box dan Mean Opinion Score (MOS) menunjukkan hasil positif, dengan nilai MOS sebesar 4,58 yang mengindikasikan sistem berfungsi dengan baik dan sesuai harapan.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian untuk menguji sistem smart trash can pada berbagai jenis dan ukuran tempat sampah yang lebih besar agar dapat diterapkan secara luas di berbagai lingkungan perumahan dengan kebutuhan berbeda. Kedua, sebaiknya sistem monitoring dikembangkan ke dalam aplikasi berbasis mobile untuk memungkinkan petugas sampah menerima notifikasi secara langsung dan cepat melalui ponsel mereka tanpa harus membuka komputer atau laptop. Ketiga, sangat penting untuk merancang penelitian lanjutan yang mampu mengintegrasikan kemampuan pemilahan sampah secara otomatis, sehingga sistem dapat membedakan antara sampah organik dan anorganik, yang akan mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian baru juga bisa mengeksplorasi penggunaan sensor tambahan untuk identifikasi jenis sampah berdasarkan berat, ukuran, atau konduktivitas. Selain itu, sistem bisa dikembangkan untuk mencatat dan menganalisis pola penggunaan sampah per rumah tangga agar dapat merancang jadwal pengambilan yang lebih dinamis dan efisien. Integrasi dengan data cuaca lokal juga bisa menjadi pertimbangan untuk menghindari pengangkutan sampah saat hujan. Penelitian berikutnya dapat mengevaluasi dampak sistem terhadap kinerja petugas dan kepuasan warga perumahan secara kuantitatif. Ke depannya, sistem bisa dilengkapi dengan mekanisme kompaksi otomatis untuk mengoptimalkan kapasitas tempat sampah. Akhirnya, penting untuk menguji keandalan sistem dalam jangka panjang di lingkungan nyata dengan kondisi cuaca dan penggunaan yang beragam.

  1. Perancangan dan Realisasi Alat Pengukur Intensitas Cahaya | PAMUNGKAS | ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi... doi.org/10.26760/elkomika.v3i2.120Perancangan dan Realisasi Alat Pengukur Intensitas Cahaya PAMUNGKAS ELKOMIKA Jurnal Teknik Energi doi 10 26760 elkomika v3i2 120
Read online
File size741.73 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test