POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Kesehatan Lingkungan MandiriJurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri

Peneliti melakukan penelitian kegiatan usaha bengkel mobil untuk melihat dampak buruk pada limbah cair yang dihasilkan merupakan limbah cair campuran. Salah satu upaya pengendaliannya adalah dengan menggunakan metode aerasi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kandungan minyak/lemak, BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan TSS (Total Suspended Solid) pada air limbah bengkel mobil dengan menggunakan aerasi dan sedimentasi tahun 2023. Penelitian yang dilakukan bersifat Eksperimen, objek yang akan diteliti adalah air limbah bengkel mobil di PT Capella Padang dengan menggunakan perancang alat sederhana menggunakan tiga ember dengan masing-masing ember 25 liter. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan minyak/lemak, dan TSS, sebelum perlakuan hasil minyak lemak 12 mg/l, BOD 32 mg/l dan TSS 107 mg/l setelah menggunakan alat sederhana dan diberikan sembilan kali pengulangan mendapat hasil minyak/lemak 0,4 mg/l, 73,2 mg/l dan TSS 12,1 mg/l. Kesimpulannya Nilai efisiensi setelah perlakuan mengalami penurunan yang signifikan terdapat minyak/lemak,96%, BOD nilai efisiensinya-1,23%, sedangkan pada TSS mengalami penurunan yang signifikan yaitu 88%. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya menggunakan aerasi dan sedimentasi didapatkan hasil yang lebih baik sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup Eepublik Indonesia Nomor 68 tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Liimbah dan juga sebagai ilmu, informasi dan pedoman bagi mahasiswa poltekkes.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengujian sebelum diberi perlakuan pada kandungan minyak/lemak 12 mg/l, BOD 32,7 mg/l, dan TSS 107 mg/l.Sementara hasil sesudah perlakuan dengan menggunakan alat sederhana mendapatkan penurunan yang signifikan pada minyak/lemak 0,4 mg/l, BOD 73,2 mg/l, dan TSS 12,1 mg/l.Penurunan pada nilai efesiensi setelah perlakuan mengalami penurunan yang signifikan terdapat minyak/lemak,96%, BOD nilai efisiensinya-1,23%, sedangkan pada TSS mengalami penurunan yang signifikan yaitu 88%.Oleh karena itu, diharapkan penelitian selanjutnya menggunakan aerasi dan sedimentasi dapat menghasilkan hasil yang lebih baik sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah, serta menjadi ilmu, informasi, dan pedoman bagi mahasiswa poltekkes.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai optimasi waktu detensi pada proses aerasi dan sedimentasi untuk mencapai efisiensi penurunan kandungan BOD yang lebih tinggi dan memenuhi standar baku mutu air limbah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penggunaan kombinasi metode pengolahan limbah yang berbeda, seperti penambahan biofilter atau adsorben, untuk meningkatkan efektivitas penurunan kandungan minyak/lemak dan TSS secara bersamaan. Ketiga, penting untuk mengkaji pengaruh variasi jenis limbah bengkel mobil (misalnya, limbah dari cuci mobil, ganti oli, atau perbaikan mesin) terhadap kinerja aerasi dan sedimentasi, sehingga dapat dirancang sistem pengolahan limbah yang lebih spesifik dan efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pengelolaan limbah bengkel mobil yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi dan keterbatasan metode aerasi dan sedimentasi dalam mengatasi permasalahan pencemaran air akibat limbah industri otomotif.

Read online
File size211.57 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test