POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Kesehatan Lingkungan MandiriJurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri

Air bersih adalah suatu kebutuhan mendasar manusia untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan keperluan sanitasi. Salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas air sungai adalah nitrat. Peningkatan konsentrasi nitrat dalam air sungai dapat menyebabkan dampak serius, termasuk risiko polusi air dan eutrofikasi yang dapat membahayakan ekosistem sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko Nitrat pada air sungai Cisangkuy dan Ciwidey Kota Bandung. Penelitian ini memanfaatkan data sekunder dan menerapkan metode penelitian deskriptif. Sumber data berasal dari pemantauan kualitas air sungai Cisangkuy dan Ciwidey di Bandung pada bulan Februari, Juni, dan Oktober 2022, yang diperoleh dari DLHK Prov. Jawa Barat, 2022. Pengolahan data dilakukan melalui analisis risiko dengan menghitung intake (ink). Hasil analisis univariat rerata Kandungan nitrat dalam air Sungai Cisangkuy dan Ciwidey sebesar 2,66 mg/l. Sedangkan hasil perhitungan tingkat risiko (Risk Quotient, RQ) kurang dari 1, ini berarti Kandungan nitrat dalam air Sungai Cisangkuy dan Ciwidey tidak berisiko untuk paparan 30 tahun kedepan. Kandungan nitrat dalam air Sungai Cisangkuy dan Ciwidey tidak berisiko untuk paparan 30 tahun ke depan karena nilai RQ kurang dari 1.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap kandungan nitrat dalam air Sungai Cisangkuy dan Ciwidey di Kota Bandung, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil konsentrasi nitrat tidak melebihi batas aman, maka kandungan nitrat di Sungai Cisangkuy dan Ciwidey tidak ada yang melebihi baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.Fakta ini menunjukan bahwa Sungai Cisangkuy dan Ciwidey masuk ke kategori “Tidak Beresiko pada semua titik pengukuran.Untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan melindungi lingkungan hidup, pemantauan dan pengelolaan kualitas air harus tetap menjadi prioritas.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi sumber-sumber pencemar nitrat di Sungai Cisangkuy dan Ciwidey, termasuk potensi kontribusi dari aktivitas pertanian, limbah domestik, dan industri. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada dampak jangka panjang paparan nitrat terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Ketiga, penting untuk mengembangkan model prediksi kualitas air yang dapat mengintegrasikan data hidrologi, iklim, dan aktivitas manusia untuk memprediksi perubahan kualitas air di masa depan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya air.

Read online
File size86.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test