UMCUMC
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiDalam tahun-tahun terakhir telah terjadi perubahan besar dalam sikap dan perilaku orang-orang dalam mengahadapi bencana alam. Mulanya, penekanan lebih diberikan pada respon kemanusiaan dan aktivitas tanggap darurat. Sementara, hanya ada sedikit perhatian pada strategi-strategi pengurangan bencana yang justru mempunyai potensi untuk menyelamatkan ribuan nyawa bahkan hanya melalui dengan cara-cara yang sederhana. Gagasan untuk melakukan suatu tinjauan global terhadap inisiatif-inisiatif pengurangan bencana muncul dalam Dekade Internasional PBB untuk pengurangan Bencana Alam (United Nations International Decade for Natural Disaster Reduction) 1990-1999. Dalam sidang umum PBB tersebut mengusung tema “Dekade Internasional untuk Pengurangan Bencana Alam (International Decade for Natural Disaster Reduction/IDNDR) dimana melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan komitmen yang lebih luas terhadap semua aktivitas yang dapat mengurangi konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan bencana alam.. . Berlanjut pada tahun 1994 saat konferensi Dunia tentang Pengurangan Bencana Alam (World Conference on Natural Disaster Reduction) di Yokohama yang menekankan bahwa setiap Negara memiliki tanggung jawab utama dan berdaulat untuk melindungi penduduk, infrastruktur, serta asset sosial dan ekonomi pada tingkat nasional dari dampak bencana alam. Sebagai penerus IDNDR, sidang umum PBB 2000 kemudian membentuk Strategi Internasional untuk Pengurangan Bencana (International Strategy for Disaster Reduction/ISDR). ISDR bertujuan untuk membangun komunitas yang berdaya tahan terhadap bencana dengan menggalakkan peningkatan kesadaran tentang pentingnya pengurangan bencana sebagai suatu komponen yang tak dapat dipisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Strategi-strategi ISDR dilandaskan pada strategi Yokohama dan Mandat Jenewa tahun 1999.. . Melalui resolusi No. 54/219, Sidang Umum PBB menetapkan dua mekanisme untuk pelaksanaan ISDR, yaitu secretariat Antar Lembaga (Inter-Agency Secretariat) dan Gugus Tugas Antar Lembga untuk Pengurangan Bencana (Inter-Agency Task Force on Disaster Reduction). Ini ditegaskan kembali melalui resolusi No. 56/195 pada bulan Desember 2001. Sidang Umum tersebut menghimbau para pemerintah untuk membentuk platform atau focal point pada tingkat nasional untuk pengurangan bencana, dan untuk memperkuatnya jika memang sudah ada, melalui pendekatan multi-sektoral dan antardisiplin. Upaya-upaya ini kemudian menyebar ke beberapa Negara di dunia, tidak terkecuali Negara kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) sebagai salah satu platform lain yang terdiri dari Negara-negara ASEAN dan 13 mitra dialog tambahan: Australia, Kanada, Cina, Uni Eropa, India, Jepang, Republik Korea, Mongolia, Selandia Baru, Papua Nugini, Federasi Rusia dan Amerika Serikat. Paling tidak, dibawah payung ARF sejumlah kelompok terbentuk untuk mendorong kerjasama di bidang-bidang khusus termasuk bencana dan penyelamatan. Sebelum kemudian di tahun 2011 terbentuk AHA Center yang menjadi ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management yang berpusat di Indonesia.
AHA Centre, yang didirikan pada tahun 2015, berfungsi sebagai pusat koordinasi dan informasi utama di kawasan ASEAN untuk penanganan bencana, didorong oleh peningkatan bencana dan kebutuhan akan kesiapsiagaan yang lebih baik.Peran strategisnya di Jakarta memungkinkan penyebaran informasi yang cepat dan akurat, mobilisasi bantuan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan SDM dan IPTEK kebencanaan, menjadikannya Centre of Excellence regional.Kehadiran AHA Centre mencerminkan pergeseran paradigma dalam manajemen dan pengurangan risiko bencana di Indonesia dan ASEAN, dengan fokus pada komitmen bersama, pemanfaatan teknologi, koordinasi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan, pendanaan yang memadai, dan pertukaran pengalaman untuk membangun strategi pengurangan risiko yang efektif.
Berdasarkan peran dan implikasi AHA Centre, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang esensial untuk mengoptimalkan penanganan bencana di kawasan ASEAN. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif kuantitatif guna mengukur secara lebih mendalam efektivitas nyata dari upaya koordinasi dan peningkatan kapasitas AHA Centre terhadap pengurangan korban jiwa, kerugian ekonomi, dan kecepatan pemulihan pasca-bencana di negara-negara anggota ASEAN dengan karakteristik ancaman yang beragam. Penelitian ini dapat menganalisis tren dan keberhasilan intervensi. Kedua, penting untuk mengkaji secara spesifik bagaimana integrasi teknologi informasi dan komunikasi, termasuk potensi kecerdasan buatan, analitik data besar, dan sistem pemantauan berbasis IoT, dapat dimaksimalkan oleh AHA Centre. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan prediksi bencana, efisiensi peringatan dini, dan respons darurat yang adaptif di tengah dinamika ancaman regional, sembari mengidentifikasi hambatan implementasi. Ketiga, penelitian harus menelaah bagaimana inisiatif regional AHA Centre diterjemahkan secara efektif ke dalam tindakan dan peningkatan kesiapsiagaan di tingkat sub-nasional atau komunitas lokal di Indonesia. Ini melibatkan pemeriksaan mekanisme artikulasi antara kebijakan nasional BNPB dan peran AHA Centre, serta evaluasi metrik ketahanan komunitas yang terdampak langsung oleh bencana.
| File size | 943.75 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIDAYANUNIDAYAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perancangan aplikasi, pengembangan perangkat lunak, dan uji coba untuk mengukur efektivitas aplikasiMetode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perancangan aplikasi, pengembangan perangkat lunak, dan uji coba untuk mengukur efektivitas aplikasi
SARI MUTIARASARI MUTIARA Dalam kegiatan sosialisasi mendapatkan respon positif dari pihak sekolah secara keseluruhan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dengan penuhDalam kegiatan sosialisasi mendapatkan respon positif dari pihak sekolah secara keseluruhan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dengan penuh
UNIDAYANUNIDAYAN Berdasarkan hasil penelitian tentang aplikasi mitigasi bencana alam menggunakan Augmented Reality yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan adanyaBerdasarkan hasil penelitian tentang aplikasi mitigasi bencana alam menggunakan Augmented Reality yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan adanya
UNIDAYANUNIDAYAN Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan informasi dan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan kegiatanAplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan informasi dan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan kegiatan
UNIDAYANUNIDAYAN Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah terciptanya sistem yang mampu memfasilitasi proses bimbingan tugas secara lebih efektif dan terstrukturHasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah terciptanya sistem yang mampu memfasilitasi proses bimbingan tugas secara lebih efektif dan terstruktur
UNIDAYANUNIDAYAN Aplikasi web digunakan oleh admin dan dokter untuk mengelola data pasien, rekam medis, jadwal, dan antrian, sedangkan aplikasi Android memungkinkan pasienAplikasi web digunakan oleh admin dan dokter untuk mengelola data pasien, rekam medis, jadwal, dan antrian, sedangkan aplikasi Android memungkinkan pasien
UNIDAYANUNIDAYAN Proses pertukaran informasi yang masih dilakukan secara manual, seperti melalui grup WhatsApp, menyebabkan informasi penting sering kali sulit dilacakProses pertukaran informasi yang masih dilakukan secara manual, seperti melalui grup WhatsApp, menyebabkan informasi penting sering kali sulit dilacak
UNIDAYANUNIDAYAN Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membuka jendela secara otomatis pada kondisi siang hari dengan tingkat pencahayaan sebesar 405,695 LUX,Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membuka jendela secara otomatis pada kondisi siang hari dengan tingkat pencahayaan sebesar 405,695 LUX,
Useful /
IAINGAWIIAINGAWI Dari data yang telah penulis paparkan pada bab sebelumnya dengan menggunakan skala konsep diri untuk mengetahui kondisi konsep diri remaja peserta didikDari data yang telah penulis paparkan pada bab sebelumnya dengan menggunakan skala konsep diri untuk mengetahui kondisi konsep diri remaja peserta didik
IAINGAWIIAINGAWI Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan penggalian data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya santriMetode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan penggalian data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya santri
UNIDAYANUNIDAYAN Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif dan visual, sehingga mempermudah pemahaman siswa terhadap materi strukturAplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif dan visual, sehingga mempermudah pemahaman siswa terhadap materi struktur
UACUAC Penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam struktur, jalur masuk, durasi studi, dan pengelolaan kurikulum pendidikan guru agama Islam antara IndonesiaPenelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam struktur, jalur masuk, durasi studi, dan pengelolaan kurikulum pendidikan guru agama Islam antara Indonesia