POLKESBANPOLKESBAN
Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan KesehatanEpisiotomi merupakan tindakan insisi perineum yang umum dilakukan dalam proses persalinan, namun praktik ini masih menuai kontroversi. Sejak tahun 1996, sebagian besar literatur menyimpulkan bahwa episiotomi rutin tidak diperlukan dan bahkan berisiko meningkatkan kejadian laserasi perineum derajat tiga atau empat. Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pembatasan praktik episiotomi rutin sejak 1990-an, kenyataannya tindakan ini masih sering dilakukan, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Scoping review ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mendasari tindakan episiotomi pada ibu bersalin. Scoping review menggunakan PRISMA-ScR Ceklist. Pencarian database dari Pubmed, Scopus, Wiley Online Library, dan Science Direct. dengan kata kunci pencarian “Factor AND “indication OR “episiotomy OR “laceration OR “rupture perineum. Kriteria inklusi yang digunakan meliputi artikel orisinal yang membahas topik relevan serta artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, yaitu antara tahun 2018 hingga 2023. Sebanyak 18 artikel terpilih dianalisis menggunakan checklist dari Joanna Briggs Institute (JBI) melalui proses Critical Appraisal. Tinjauan ini menghasilkan sub tema tehadap faktor yang berhubungan dengan tindakan episiotomy yaitu jarak kelahiran, BMI ibu, gawat janin, berat lahir, paritas, kehamilan ganda, Perineum pendek, perineum kaku, kala II lama, TFU >32 cm, penggunaan oksitosin, dan persalinan instrumen. Dapat disimpulkan bahwa paritas dan berat janin yang paling banyak ditemukan dalam kasus episiotomy. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi praktik klinis dan kebijakan pelayanan kebidanan, khususnya dalam mengembangkan panduan pengambilan keputusan berbasis bukti yang lebih selektif dan rasional terkait tindakan episiotomi, guna meminimalkan risiko komplikasi serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.
Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan untuk melakukan episiotomi meliputi jarak kelahiran, indeks massa tubuh (IMT) ibu, gawat janin, berat lahir, paritas, kehamilan ganda, perineum pendek atau kaku, kala II memanjang, tinggi fundus uteri (TFU) >32 cm, penggunaan oksitosin, dan persalinan dengan instrumen, yang semuanya meningkatkan risiko robekan perineum dan komplikasi persalinan.Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu lebih selektif berdasarkan indikasi medis yang jelas dan mengedukasi ibu hamil tentang faktor risiko serta pencegahan, didukung oleh panduan berbasis bukti untuk memastikan episiotomi hanya dilakukan bila benar-benar diperlukan.Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk membandingkan efektivitas metode non-episiotomi, seperti teknik persalinan alternatif atau latihan perineum, serta studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjangnya, termasuk eksplorasi faktor genetik dan kesehatan pra-kehamilan.
Penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk membantu ibu bersalin dan tenaga kesehatan membuat keputusan yang lebih baik terkait episiotomi. Salah satu arah penelitian yang menarik adalah dengan melakukan studi langsung di lapangan untuk membandingkan seberapa efektifnya berbagai metode alternatif non-episiotomi. Misalnya, kita bisa meneliti dampak dari program edukasi kehamilan yang melibatkan latihan fisik spesifik atau teknik pijat perineum yang disesuaikan dengan kebiasaan di Indonesia, untuk melihat apakah cara-cara ini bisa benar-benar menurunkan angka episiotomi pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko tinggi. Ide penelitian lain adalah dengan mengikuti sekelompok ibu setelah melahirkan dalam jangka waktu yang panjang, baik mereka yang menjalani episiotomi maupun yang tidak. Tujuannya adalah untuk memahami secara mendalam bagaimana keputusan ini memengaruhi kualitas hidup mereka dalam beberapa tahun ke depan, seperti dampak pada kesehatan organ intim, kenyamanan dalam hubungan suami istri, atau potensi munculnya masalah pada dasar panggul. Penelitian semacam ini akan memberikan gambaran nyata tentang konsekuensi jangka panjang dari tindakan episiotomi. Terakhir, sangat penting juga untuk menelaah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan pelayanan kesehatan itu sendiri. Misalnya, apakah pelatihan yang diberikan kepada bidan dan dokter sudah memadai, bagaimana kebijakan rumah sakit memengaruhi keputusan episiotomi, serta sejauh mana ketersediaan alat dan fasilitas pendukung untuk persalinan normal tanpa episiotomi. Dengan memahami semua aspek ini, kita dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk mengurangi tindakan episiotomi yang tidak perlu dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan ibu dan bayi.
| File size | 423.29 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Penelitian bertujuan menganalisis factor yang berkontribusi terhadap krisis hipertensi pada pasien Gagal Ginjal Kronis. Menggunakan metode case and controlPenelitian bertujuan menganalisis factor yang berkontribusi terhadap krisis hipertensi pada pasien Gagal Ginjal Kronis. Menggunakan metode case and control
PELITAIBUPELITAIBU Ibu dengan paritas lebih dari dua kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami plasenta previa, dan usia yang lebih tua juga meningkatkan risiko terjadinyaIbu dengan paritas lebih dari dua kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami plasenta previa, dan usia yang lebih tua juga meningkatkan risiko terjadinya
PLBPLB Hasil ini menunjukkan bahwa dataset sintetis yang dirancang dengan baik dapat merepresentasikan karakteristik data klinis secara akurat dan menjadi alternatifHasil ini menunjukkan bahwa dataset sintetis yang dirancang dengan baik dapat merepresentasikan karakteristik data klinis secara akurat dan menjadi alternatif
STIKMKSSTIKMKS Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan, dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifasHasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan, dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifas
UNIMMANUNIMMAN Sampel adalah pasien persalinan sectio caesarea di RSUD tahun 2025 sebanyak 60 orang yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok ERACS dan Non ERACSSampel adalah pasien persalinan sectio caesarea di RSUD tahun 2025 sebanyak 60 orang yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok ERACS dan Non ERACS
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kesehatan ibu hamil merupakan fondasi penting dalam menunjang kehamilan yang optimal serta keselamatan ibu dan janin. Salah satu aspek kritis adalah pemantauanKesehatan ibu hamil merupakan fondasi penting dalam menunjang kehamilan yang optimal serta keselamatan ibu dan janin. Salah satu aspek kritis adalah pemantauan
UMSBUMSB Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan preeklampsia di RS Graha Hermine Kota Batam periode Januari-September 2022 sebanyak 100 sampel yangSampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan preeklampsia di RS Graha Hermine Kota Batam periode Januari-September 2022 sebanyak 100 sampel yang
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Soekardjo Tasikmalaya dengan 52 responden. Analisis univariat, bivariat (uji t, Anova, korelasi Pearson), dan multivariat menunjukkan bahwa tingkat pendidikanSoekardjo Tasikmalaya dengan 52 responden. Analisis univariat, bivariat (uji t, Anova, korelasi Pearson), dan multivariat menunjukkan bahwa tingkat pendidikan
Useful /
PANDAWANPANDAWAN integrasi dengan blockchain dan smart contract memperkuat tata kelola data terdesentralisasi melalui rekam jejak tidak dapat diubah dan kontrol akses otomatis.integrasi dengan blockchain dan smart contract memperkuat tata kelola data terdesentralisasi melalui rekam jejak tidak dapat diubah dan kontrol akses otomatis.
PANDAWANPANDAWAN Kekuatan utamanya terletak pada peningkatan keamanan, ketahanan terhadap kegagalan, dan skalabilitas adaptif, yang menjadi fondasi kuat bagi sistem kotaKekuatan utamanya terletak pada peningkatan keamanan, ketahanan terhadap kegagalan, dan skalabilitas adaptif, yang menjadi fondasi kuat bagi sistem kota
PELITAIBUPELITAIBU Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemilahan limbah di RumahMetode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemilahan limbah di Rumah
UMCUMC Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peranan Badan Kesbanglinmas terhadap Pelembagaan Partai Politik Islam di Kabupaten Cirebon. 2) Untuk mengetahuiTujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peranan Badan Kesbanglinmas terhadap Pelembagaan Partai Politik Islam di Kabupaten Cirebon. 2) Untuk mengetahui