AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY

Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (JREMIK) E-ISSN:xxxx-xxxx P-ISSN:xxxx-xxxxJurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (JREMIK) E-ISSN:xxxx-xxxx P-ISSN:xxxx-xxxx

Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. Kondisi psikologi dan psikososial juga biasanya mulai jatuh pada masa lansia. Kecemasan yang dialami oleh Lansia dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada kesehatan Lansia meliputi dampak terhadap fisik, psikologis, maupun perilaku pada lanjut usia. Pemenuhan kebutuhan spiritual lansia sangat penting karena kebutuhan lansia adalah yang tertinggi dan pemahaman spiritual adalah satu-satunya hal yang perlu dimiliki oleh lansia. Tujuan dalam penelitian mengetahui ada . Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini mengunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Lansia di Kelompok Prolanis Puskesmas Kenali Kabupaten Lampung Barat sebanyak 146 Lansia, sampel dalam penelitian ini sebanyak 107 responden dari hasil perhitungan sampel dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji gamma. Hasil analisis menunjukan distribusi frekuensi responden memiliki spiritualitas dalam kategori sedang yaitu sebanyak 56 responden (52.3%), mengalami kecemasan dalam kategori sedang yaitu sebanyak 51 responden (47.7%). Ada Tahun 2023 (p<0,001). Saran bagi tenaga kesehatan dapat memberikan konseling terhadap lansia seperti penyuluhan tentang spiritualitas dalam menangani kecemasan.

Terdapat hubungan yang signifikan antara spiritualitas dengan tingkat kecemasan lansia.Spiritualitas sangat memengaruhi tingkat kecemasan, di mana semakin baik spiritualitas seseorang sesuai nilai agama dan adat istiadat, maka tingkat kecemasan akan semakin rendah.Lansia disarankan untuk terus meningkatkan aktivitas spiritual guna mendukung kualitas hidup, serta keluarga dan tenaga kesehatan diharapkan turut membantu dalam memenuhi kebutuhan spiritual lansia.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh jenis kegiatan spiritual tertentu—seperti ibadah rutin, pengajian, atau meditasi—terhadap penurunan kecemasan lansia di fasilitas kesehatan primer, agar dapat dikembangkan program intervensi yang lebih spesifik. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam memfasilitasi aktivitas spiritual lansia, termasuk faktor apa saja yang mendukung atau menghambat keterlibatan keluarga, mengingat pengaruh sosial sangat besar pada kondisi psikologis lansia. Ketiga, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk melihat hubungan jangka panjang antara peningkatan spiritualitas dan perubahan tingkat kecemasan lansia, sehingga dapat dipahami bagaimana perkembangan ini berlangsung seiring proses penuaan, dan apakah dampaknya bersifat sementara atau menetap. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu menyusun strategi kesehatan mental berbasis komunitas yang lebih holistik dan berkelanjutan bagi lansia di Indonesia.

Read online
File size218.62 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test