169169
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPenamaan sebuah desa tidak hanya berdasarkan lokasi geografis, tetapi juga karakter psikologis desa. Seperti di Kecamatan Leuwigoong, penamaan desa berasal dari tradisi lisan, yaitu sasakala atau legenda tentang pembentukan desa. Cerita ini berdasarkan folklore yang berkembang dan tertanam dalam masyarakat sehingga menjadi sikap atau perilaku. Penggunaan kata-kata tidak biasa membuat toponimi desa menjadi unik, lucu, bahkan menggelikan. Dalam perkembangannya, beberapa nama desa dianggap tidak pantas digunakan dan bahkan memalukan bagi warga. Nama Kampung Sarkanjut disingkat menjadi SKJ untuk menyembunyikan konotasi pornografi dari kata Sarkanjut. Studi ini menerapkan hermeneutika Paul Ricoeur melalui tiga proses pemahaman budaya, yaitu: (a) Pemahaman dari apresiasi simbol (bahasa) menuju pemikiran ide, (b) Pemberian makna oleh simbol dan penjelajahan makna yang cermat, dan (c) Berpikir dengan menggunakan simbol sebagai titik tolak. Melalui proses pemahaman hermeneutika Paul Ricoeur, toponimi desa mewakili pandangan hidup atau nasihat dalam menjalani kehidupan. Penggunaan kata kuntung sebagai simbol properti yang diwariskan dari orang tua kepada anak-anak diilustrasikan dengan penggunaan tas (kuntung) sebagai tempat menyimpan koin kecil agar tidak berserakan. Warisan properti akan menjadi tanggung jawab anak dan keturunannya untuk dijaga dan dilindungi untuk generasi mendatang. Kehidupan selalu terhubung dengan orang lain. Manusia wajib menjaga hubungan sosial di antara manusia, saling melengkapi dan saling menguntungkan.
Penamaan atau toponimi suatu daerah tidak terlepas dari keterikatan manusia atau masyarakat terhadap lingkungannya.Toponimi merupakan hasil budaya berpikir dan berbahasa masyarakat lampau berdasarkan pengalaman yang mereka alami pada zamannya.Toponimi di Kampung Panunggangan, Sarkanjut, Nenggeng, dan Cibudug memiliki nilai historis tentang perjuangan kemerdekaan dalam melawan penjajahan.Meski kemudian dibalut dalam cerita rakyat yang hadir setelahnya, ternyata dari penggalian toponimi pun pada akhirnya dapat diketahui keadaan psikologis penduduknya, seperti perselisihan Kampung Sarkanjut dan Nenggeng, kemudian munculnya kepercayaan diri bahwa warga Kampung Sarkanjut yang diauban yang berarti dilindungi sehingga beranggapan bahwa warga Kampung Sarkanjut selalu dilindungi dari segala macam bahaya.Cerita-cerita yang diungkapkan oleh para sesepuh kampung menjadi salah satu bukti bahwa penamaan kampung di Jawa Barat pada umumnya dan di Kecamatan Leuwigoong khususnya, mengandung arti yang tersembunyi di dalamnya yang harus diterjemahkan sehingga dapat dimengerti maksud dan tujuan penamaan tersebut.Untuk masyarakat modern, penamaan tempat dirasa aneh bahkan ada yang merasa bahwa penamaan tersebut sudah tidak relevan dengan keadaan saat ini.Tentu saja tidak akan terasa relevan dikarenakan cara berpikir dan pandangan terhadap sesuatu kita saat ini berbeda dengan masyarakat masa lampau.Tugas kita saat ini hanyalah memelihara warisan kebudayaan masa lampau, dengan cara memahami hubungan antara teks budaya dengan koteksnya sendiri, mencoba memahami pemikiran masyarakat masa lampau tentang cara memberi nama dengan mencari asal usul atau sasakala terhadap penamaan tempat tersebut.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara toponimi desa-desa di Jawa Barat dengan toponimi di daerah lain di Indonesia, seperti Sumatera atau Sulawesi, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam penamaan tempat dan bagaimana hal itu merefleksikan karakter psikologis masyarakat setempat. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana toponimi desa-desa di Jawa Barat telah berevolusi dan berubah seiring waktu, dan bagaimana perubahan tersebut merefleksikan perubahan sosial, budaya, dan politik di daerah tersebut. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana toponimi desa-desa di Jawa Barat telah mempengaruhi identitas dan persepsi masyarakat setempat tentang tempat mereka tinggal, dan bagaimana hal itu telah membentuk hubungan mereka dengan lingkungan dan sejarah mereka sendiri.
| File size | 888.66 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLIBATAMPOLIBATAM Rotoscoping itself is a technique in film editing by means of tracing live action video footage frame by frame with filter picture selectively from eachRotoscoping itself is a technique in film editing by means of tracing live action video footage frame by frame with filter picture selectively from each
UMPUMP Tema pembangunan pertanian dan perikanan terpadu diangkat sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Prosiding seminar ini diharapkan dapat memberikanTema pembangunan pertanian dan perikanan terpadu diangkat sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Prosiding seminar ini diharapkan dapat memberikan
UMPUMP Perubahan iklim dan krisis finansial tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi ketersediaan pangan. Konsep Blue Economy, yang melibatkan penggunaanPerubahan iklim dan krisis finansial tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi ketersediaan pangan. Konsep Blue Economy, yang melibatkan penggunaan
UMPUMP Dalam rangka pembangunan hutan berwawasan lingkungan, upaya rehabilitasi lahan terdegradasi menjadi sangat penting untuk memulihkan ekosistem yang rusakDalam rangka pembangunan hutan berwawasan lingkungan, upaya rehabilitasi lahan terdegradasi menjadi sangat penting untuk memulihkan ekosistem yang rusak
UMPUMP Uji F (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dilakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mempengaruhi variabel yang diamati. Jika uji F nyata, dilanjutkan denganUji F (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dilakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mempengaruhi variabel yang diamati. Jika uji F nyata, dilanjutkan dengan
UMPUMP Tujuan penelitian ini adalah mengetahui 1) Pengaruh jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih sorgum varietasTujuan penelitian ini adalah mengetahui 1) Pengaruh jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih sorgum varietas
UMPUMP Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan pengrajin tahu sebesar Rp1. 389.834 dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1. 980.166Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan pengrajin tahu sebesar Rp1. 389.834 dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1. 980.166
UMPUMP Data yang digunakan ialah publikasi internasional (scopus dan google scholar) sepanjang tahun 2012-2022. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis secaraData yang digunakan ialah publikasi internasional (scopus dan google scholar) sepanjang tahun 2012-2022. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis secara
Useful /
PENELITIPENELITI The results of the quality mapping based on data from the Directorate General of Primary and Secondary Education show that only about 16% of educationThe results of the quality mapping based on data from the Directorate General of Primary and Secondary Education show that only about 16% of education
IAIN BONEIAIN BONE Kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di sekolah merupakan faktor penting dalam meningkatkan citra dan reputasi institusi pendidikan. PenelitianKepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di sekolah merupakan faktor penting dalam meningkatkan citra dan reputasi institusi pendidikan. Penelitian
UBAYAUBAYA Oleh karena itu, studi ini meneliti bagaimana lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan psikologis dasar berhubungan dengan perilaku sabotase diri akademik,Oleh karena itu, studi ini meneliti bagaimana lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan psikologis dasar berhubungan dengan perilaku sabotase diri akademik,
UNUBLITARUNUBLITAR Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan 10 butir pertanyaan untuk subjek dan 9 butir pertanyaan untuk significant others,Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan 10 butir pertanyaan untuk subjek dan 9 butir pertanyaan untuk significant others,