UNUBLITARUNUBLITAR

Journal of Science NusantaraJournal of Science Nusantara

Ruas Jalan Raya Gaprang di Kecamatan Kanigoro merupakan salah satu jalur utama penghubung antar kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yang memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik geometrik jalan, derajat kejenuhan lalu lintas, dan angka kecelakaan lalu lintas. Data yang digunakan mencakup data kecelakaan lima tahun terakhir (2020–2024), data volume lalu lintas, serta data kondisi geometrik jalan. Analisis dilakukan dengan metode Equivalent Accident Number (EAN), tingkat kejenuhan, dan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kecelakaan paling dominan adalah tabrakan samping dan tabrakan terhadap pejalan kaki, yang dipengaruhi oleh minimnya fasilitas jalan seperti trotoar, penerangan, marka, dan median. Kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang, serta tidak adanya pengendali kecepatan pada ruas jalan sepanjang 1100 m, turut meningkatkan risiko kecelakaan. Volume lalu lintas harian yang tinggi, terutama kendaraan roda dua, menyebabkan derajat kejenuhan melebihi nilai ambang (>0,85). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kondisi geometrik dan derajat kejenuhan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas.

Ruas Jalan Raya Gaprang memiliki kerawanan kecelakaan yang tinggi, terutama karena dominasi kecelakaan samping dan tabrakan dengan pejalan kaki akibat minimnya fasilitas pendukung seperti median, trotoar, dan marka jalan.Kondisi geometrik jalan seperti tipe 2/2 UD tanpa median, bahu jalan sempit, dan permukaan jalan yang berlubang memperbesar risiko kecelakaan, terutama saat hujan.Meskipun pengaruh langsung geometrik jalan tidak signifikan menurut persepsi pengguna, tingginya volume lalu lintas dan derajat kejenuhan yang melebihi ambang batas menunjukkan perlunya intervensi segera melalui perbaikan infrastruktur dan fasilitas jalan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemasangan median dan pengendali kecepatan (seperti speed bump atau chicanes) terhadap penurunan kecelakaan frontal dan samping di ruas jalan tanpa median seperti Jalan Raya Gaprang, untuk menentukan desain yang paling efektif dalam konteks lalu lintas heterogen. Kedua, diperlukan studi tentang implementasi fasilitas pejalan kaki yang aman dan terjangkau, seperti zebra cross dengan lampu penyeberangan atau footbridge sederhana, yang disesuaikan dengan pola pergerakan masyarakat lokal dan intensitas lalu lintas sepeda motor yang sangat tinggi. Ketiga, perlu diteliti penerapan sistem manajemen lalu lintas berbasis data real-time, seperti detektor volume kendaraan dan informasi kepadatan digital, untuk mengevaluasi dampaknya terhadap perilaku pengemudi dan pengurangan konflik lalu lintas di ruas jalan dengan derajat kejenuhan tinggi. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk menyusun strategi keselamatan jalan yang komprehensif, terukur, dan berkelanjutan bagi jalan dengan karakteristik serupa di wilayah pedesaan maupun perkotaan kecil.

Read online
File size584.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test