GUNUNGSARIGUNUNGSARI

Jurnal Berita KesehatanJurnal Berita Kesehatan

Pemulihan pascapersalinan melalui operasi sectio caesarea (SC) umumnya lebih lambat dibandingkan persalinan normal karena nyeri luka operasi, gangguan hormonal, dan stres emosional yang dapat menunda inisiasi menyusu dini. Salah satu intervensi komplementer yang potensial adalah dengan menggunkan pijat laktasi, yang berfungsi menstimulasi hormon oksitosin dan meningkatkan relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat laktasi terhadap pemulihan fisiologis (pengeluaran lochia dan nyeri luka) serta kesiapan menyusui dini pada ibu post SC. Penelitian ini menggunakan strategi pretes-postes satu kelompok dan menggunakan desain pra-eksperimen. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak empat puluh, pemilihan partisipan menggukanan metode accidental sampling. Bidan dan perawat terlatih memberikan intervensi pijat laktasi selama dua hari. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemulihan fisiologis dan kesiapan menyusui dini. Median skor nyeri menurun dan median kesiapan menyusui meningkat. Pijat laktasi efektif mempercepat pemulihan fisiologis dan meningkatkan kesiapan menyusui dini pada ibu post SC. Disarankan teknik ini diterapkan sebagai bagian dari SOP asuhan post operasi sectio caesarea.

Pijat laktasi efektif mempercepat pemulihan fisiologis dan meningkatkan kesiapan menyusui dini pada ibu post SC.Disarankan teknik ini diterapkan sebagai bagian dari SOP asuhan post operasi sectio caesarea.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperkuat bukti efektivitas pijat laktasi pada ibu post SC. Pertama, penelitian dengan desain randomized controlled trial (RCT) diperlukan untuk membandingkan efektivitas pijat laktasi dengan kelompok kontrol dan mengukur dampak jangka panjangnya terhadap produksi ASI dan ikatan ibu-bayi. Kedua, penelitian kuantitatif yang mengukur kadar hormon oksitosin serum sebelum dan sesudah intervensi pijat laktasi dapat memberikan bukti fisiologis yang lebih kuat mengenai mekanisme kerjanya. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat mengeksplorasi pengalaman dan persepsi ibu post SC terhadap pijat laktasi, sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai manfaat dan tantangan dalam penerapannya di lingkungan klinis.

  1. Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan | Viva... doi.org/10.35960/vm.v16i1.754Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0 6 Bulan Viva doi 10 35960 vm v16i1 754
  2. Hubungan Pemberian Anestesi Regional Dengan Kelancaran ASI Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di Rumah... doi.org/10.26714/magnamed.7.2.2020.42-48Hubungan Pemberian Anestesi Regional Dengan Kelancaran ASI Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di Rumah doi 10 26714 magnamed 7 2 2020 42 48
Read online
File size771.13 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test