GUNUNGSARIGUNUNGSARI

Jurnal Berita KesehatanJurnal Berita Kesehatan

Dismenorea merupakan nyeri hebat pada perut bagian bawah yang umum dialam wanita saat menstruasi, umumnya pada hari pertama hingga ketiga akibat peningkatan hormon prostaglandin yang menyebabkan kontraksi rahim. Dismenorea terbagi menjadi primer (tanpa kelainan organ) dan sekunder (disebabkan gangguan ginekologis). Penanganan nonfarmakologis seperti abdominal stretching exercise menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk mengurangi nyeri haid, terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 31 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Prosedur penelitian meliputi pengukuran nyeri haid sebelum intervensi, pemberian intervensi abdominal stretching exercise selama 10–15 menit, lalu dilanjutkan dengan pengukuran nyeri sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor median nyeri dari 3 sebelum intervensi menjadi 1 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -4.880 dan nilai ρ = 0,00 (ρ < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. Kesimpulannya, abdominal stretching exercise efektif untuk menurunkan intensitas nyeri haid dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis pada remaja putri yang mengalami dismenorea.

Abdominal stretching exercise efektif untuk menurunkan intensitas nyeri haid dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis pada remaja putri yang mengalami dismenorea.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas abdominal stretching exercise dengan metode penanganan nyeri haid lainnya, seperti pemberian obat pereda nyeri atau terapi relaksasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penentuan durasi dan intensitas abdominal stretching exercise yang optimal untuk memberikan efek terapeutik yang maksimal pada remaja putri dengan dismenorea. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilengkapi dengan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi remaja putri terhadap pelaksanaan abdominal stretching exercise dalam mengatasi nyeri haid, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dalam pengembangan program intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan remaja putri.

Read online
File size430.7 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test