UNUBLITARUNUBLITAR

New Psycho Aksara : Jurnal PsikologiNew Psycho Aksara : Jurnal Psikologi

Rendahnya Perceived Social Support dapat menghambat Subjective Well-Being santri saat menghadapi tekanan dan ketatnya peraturan di sekolah asrama atau pondok pesantren. Penyebabnya diantaranya kesadaran individu dan rendahnya dukungan sosial. Studi yang dilaksanakan mempunyai tujuan guna mengetahui Pengaruh signifikan Perceived Social Support pada Subjective Well-Being pada Santri. Dipergunakan metode penelitian yakni kuantitatif. Subjek yang dikaji yakni santri sebagai bagian pesantren di kabupaten Jombang. Metode untuk menghimpun data yakni kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Social Support memberi pengaruh sebesar 33,3 % secara signifikan pada Subjective Well-Being santri. Perceived Social Support tidak hanya menyediakan bantuan praktis dan emosional, tetapi juga membantu individu merasa lebih terhubung, dihargai, dan mampu menghadapi tantangan hidup. Denganya, membangun dan memelihara hubungan sosial yang kuat adalah kunci agar dicapai dan mempertahankan Subjective Well-Being yang tinggi.

Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa Perceived Social Support memberi pengaruh signifikan pada Subjective Well-Being santri.Perceived Social Support tidak hanya menyediakan Dukungan praktis dan emosional, tetapi juga membantu individu merasa lebih terhubung, dihargai, dan mampu menghadapi tantangan hidup.Dengan demikian, membangun dan memelihara hubungan sosial yang kuat adalah kunci untuk mencapai dan mempertahankan Subjective Well-Being yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran mediasi dari faktor-faktor psikologis seperti harga diri dan resiliensi dalam hubungan antara perceived social support dan subjective well-being pada santri. Hal ini penting untuk memahami mekanisme psikologis yang mendasari pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai jenis pondok pesantren dengan karakteristik yang berbeda, seperti perbedaan sistem pendidikan, kurikulum, atau tingkat sosial ekonomi santri. Dengan demikian, dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengaruh perceived social support terhadap subjective well-being pada santri dari berbagai latar belakang. Ketiga, penelitian dapat menggunakan pendekatan longitudinal untuk mengamati perubahan perceived social support dan subjective well-being pada santri dari waktu ke waktu. Hal ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi perubahan kesejahteraan subjektif dan mengembangkan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan santri.

Read online
File size315.8 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test