LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Roda kereta merupakan sebuah komponen berbentuk bulat yang cara kerjanya adalah dengan berputar pada porosnya. Fungsi roda adalah sebagai penopang berat kereta api, pengontrol kecepatan dan pengereman. Selain itu, roda berfungsi sebagai kestabilan laju sarana perkeretaapian. Roda dapat mengalami kerusakan akibat proses perjalanan suatu rangkaian kereta api maupun life time. Kerusakan ini dapat dihasilkan dari kerusakan termal (thermal damage), skidding, atau over-stressing pada titik kontak roda-rel. Untuk memeriksa permukaan roda ini diperlukan alat yang namanya wheel measurement. Ukuran alat ini lumayan berat dan harganya pun mahal karena menggunakan sensor laser. Dalam mendeteksi roda benjol dibutuhkan alat ukur. Dimana selanjutnya dibuat prototype alat pendeteksi flatwheel yang mampu mendeteksi dan mengukur roda perkeretaapian khususnya kereta jenis K3. Dengan menggunakan arduino nano sebagai mikrokontroler dan sensor potensiometer rotary agar hasil pengukuran lebih akurat, dan stabil. Paramater untuk mendeteksi roda benjol mengacu pada naik-turunya diameter flens roda kereta jenis K3. Sensor potensiometer rotary ini akan membaca hasil dari tapak roda yang cacat, melalui diameter flens roda tersebut. Pada pengujian roda kereta K3 dengan diameter 773 mm mendapatkan nilai rata-rata sebesar 9,04mm, deviasi rata-rata sebesar 0,06mm, dan kesalahan relatif sebesar 0,48%.

Proses pendesainan prototype alat pendeteksi wheel flat menggunakan solidworks 2018 dengan parameter desain dan dimensi sesuai komponen yang akan dilakukan perakitan dengan mempertimbangkan fungsi portabel dan dapat diletakkan pada lebar rel 1067 mm dan 1435 mm.Pada saat roda melewati landasan alat maka sensor potensiometer rotary akan membaca hasil ukuran tegangan dan dikonversikan menjadi satuan mm, sehingga ukuran roda benjol akan terbaca, serta disimpan dalam data base file berbentuk Ms.Pada pengujian roda kereta K3 dengan diameter 773 mm mendapatkan nilai rata-rata sebesar 9,04 mm, deviasi rata-rata sebesar 0,06mm, dan kesalahan relatif sebesar 0,48%.Hasil ini menunjukkan bahwa alat yang dibuat memiliki potensi untuk digunakan sebagai alat pendeteksi roda benjol pada kereta K3.

Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan yang ada, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, pengembangan sensor yang lebih sensitif dan akurat untuk mendeteksi cacat roda pada tahap awal, sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. Kedua, integrasi sistem pendeteksi roda benjol dengan sistem informasi kereta api, sehingga data kerusakan roda dapat diakses secara real-time dan digunakan untuk perencanaan perawatan yang lebih efektif. Ketiga, penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai jenis material roda terhadap kinerja dan umur pakai roda, sehingga dapat dipilih material yang paling optimal untuk kondisi operasional kereta api.

  1. Rancang Bangun Prototype Alat Pendeteksi Wheel Flat pada Sarana Kereta K3 | Buletin Profesi Insinyur.... doi.org/10.20527/bpi.v5i2.136Rancang Bangun Prototype Alat Pendeteksi Wheel Flat pada Sarana Kereta K3 Buletin Profesi Insinyur doi 10 20527 bpi v5i2 136
Read online
File size795.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test