169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Minimisasi seni pertunjukan bertujuan untuk menyajikan kegelapan dan kepolosan manusia dalam interpretasi filosofis. Hal inilah yang disajikan Samuel Beckett dalam pertunjukan tahun 1953, Waiting for Godot. Minimisasi seni membuat jumlah prop menjadi sedikit, tetapi mampu memvisualisasikan tematik yang diinginkan naskah. Minimalisme yang seharusnya menampilkan kesederhanaan, menjadi lebih mewah karena kehadiran hal-hal ikonik dari pertunjukan absurd. Di tengah dekorasi yang minimalis, suram, dan gersang dalam Waiting for Godot, pohon menjadi pusat perhatian. Pohon ini menjadi sangat ikonik dan akan mengingatkan penonton pada pertunjukan tersebut. Proses sesuatu menjadi ikonik disebut iconization, yaitu proses yang disengaja. Diduga Beckett secara sengaja mengikonikan pohon tersebut, melalui sejumlah realitas dalam teks (tekstual) dan realitas pertunjukan (atmosferik). Iconization dan minimisasi ini dimaksudkan agar pertunjukan menjadi lebih dasar dan sederhana, kurang bersifat filosofis dan metafisik. Artikel ini merupakan hasil analisis terhadap beberapa teks yang ditulis oleh Samuel Beckett.

Samuel Beckett terus berusaha agar pertunjukan Waiting for Godot tetap dipahami secara minimalis dan sederhana, menyampaikan makna yang fundamental dan langsung menyentuh pengalaman batin penonton.Iconization pohon merupakan cara Beckett untuk membangkitkan memori penonton melalui simbol yang sederhana namun kuat.Pohon tersebut menjadi ikon yang menghubungkan pengalaman pribadi penonton dengan esensi absurditas dalam pertunjukan, seperti terlihat dalam produksi ulang di berbagai lokasi pascabencana.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana elemen-elemen minimalis selain pohon—seperti suara, diam, atau gerak tubuh—ikut berperan dalam proses iconization dalam pertunjukan absurd. Selain itu, perlu diteliti bagaimana penonton dari berbagai budaya dan latar belakang mempersepsikan pohon dalam Waiting for Godot, untuk memahami apakah iconization bersifat universal atau dipengaruhi konteks lokal. Terakhir, bisa dieksplorasi potensi objek ikonik lain dalam karya-karya absurdis pasca-Beckett, untuk melihat evolusi bentuk minimalis dan iconization dalam teater kontemporer.

  1. STRUKTUR DRAMATIK PLOT SIRKULAR PELUKIS DAN WANITA KARYA ADHYRA IRIANTO | Jurnal Cerano Seni : Pengkajian... doi.org/10.22437/cs.v1i02.21887STRUKTUR DRAMATIK PLOT SIRKULAR PELUKIS DAN WANITA KARYA ADHYRA IRIANTO Jurnal Cerano Seni Pengkajian doi 10 22437 cs v1i02 21887
  2. Rupkatha Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities – 17 YEARS OF OPEN ACCESS HUMANITARIAN... doi.org/10.21659/rupkathaRupkatha Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Ae 17 YEARS OF OPEN ACCESS HUMANITARIAN doi 10 21659 rupkatha
Read online
File size1.17 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test