JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Rendahnya Antenatal Care Terpadu disebabkan oleh banyak hal, diantaranya faktor presdisposing dan faktor enabling. Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 30 orang, diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen menggunakan lembar kuesioner dan buku KIA. Analisa data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian secara parsial pengetahuan tentang antenatal care Terpadu pada Ibu Hamil (X1) diperoleh nilai p-value sebesar 0,036 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Paritas (X2) diperoleh nilai p-value sebesar 0,066 > α = 0,05, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Dukungan suami (X3) diperoleh nilai p-value sebesar 0,285 > α = 0,05, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Resiko kehamilan ibu hamil (X4) diperoleh nilai p-value sebesar 0,026 < α = 0,05, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Pihak puskesmas harus selalu melakukan tugas sebagai pendidik masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan ANC terpadu dengan menggerakkan kadernya secara teratur dan terencana setiap bulan.

Pengetahuan pada Ibu Hamil berpengaruh terhadap Antenatal Care (ANC) Terpadu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukodono Kabupaten Lumajang.Responden yang mengalami peningkatan pengetahuan berpeluang 27,446 kali lipat melakukan ANC terpadu.Paritas pada Ibu Hamil tidak berpengaruh terhadap Antenatal Care (ANC) Terpadu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukodono Kabupaten Lumajang.Namun, responden yang semakin tinggi paritasnya maka berpeluang 0,057 kali untuk melakukan ANC terpadu.Dukungan Suami pada Ibu hamil tidak berpengaruh terhadap Antenatal Care (ANC) Terpadu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukodono Kabupaten Lumajang.Namun, responden yang mendapatkan dukungan suami maka berpeluang 4,572 kali untuk melakukan ANC terpadu.Resiko kehamilan pada Ibu Hamil berpengaruh terhadap Antenatal Care (ANC) Terpadu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukodono Kabupaten Lumajang.Responden yang memiliki resiko kehamilan maka berpeluang 147,163 kali untuk melakukan ANC terpadu.Resiko kehamilan pada Ibu Hamil menjadi faktor yang paling dominan yang mempengaruhi Antenatal Care (ANC) Terpadu dengan nilai odds ratio 147,163.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi kesehatan atau layanan konsultasi online, dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi ibu hamil terhadap ANC terpadu. Selain itu, penelitian bisa fokus pada peran budaya lokal dan norma sosial dalam memengaruhi keputusan ibu hamil untuk mengikuti kunjungan ANC. Terakhir, studi lebih lanjut dapat menggabungkan pendekatan antara edukasi kesehatan dan penguatan dukungan ekonomi keluarga untuk mengatasi hambatan finansial dan transportasi yang sering dianggap sebagai penghalang utama. Dengan memperluas perspektif ini, peneliti dapat mengembangkan strategi yang lebih inklusif dan berbasis komunitas untuk meningkatkan cakupan ANC. Penelitian juga dapat dilakukan di wilayah dengan kondisi geografis yang berbeda untuk melihat apakah faktor-faktor yang ditemukan dalam penelitian ini bersifat universal atau spesifik terhadap lokasi tertentu. Selain itu, penting untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat ANC. Penelitian lanjutan juga bisa menyelidiki hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan kesadaran akan risiko kehamilan. Terakhir, studi tentang peran media massa dalam menyebarkan informasi kesehatan reproduksi bisa menjadi arah penelitian yang relevan untuk meningkatkan partisipasi ibu hamil.

  1. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Antenatal Care (ANC) Terpadu Pada Ibu Hamil Di... doi.org/10.30994/jqwh.v3i1.45Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Antenatal Care ANC Terpadu Pada Ibu Hamil Di doi 10 30994 jqwh v3i1 45
Read online
File size684.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test