JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthPosyandu berperan penting dalam pendekatan partisipatif terhadap kesehatan masyarakat, dikelola oleh kader yang bertugas mencatat dalam kegiatan KIA. Namun, banyak kader posyandu yang belum mengetahui cara menggunakan buku KIA, meskipun telah menerima pelatihan konvensional yang kurang efektif karena pengetahuan cepat terlupakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan kader posyandu dalam penggunaan buku KIA dengan metode *make a match* di Desa Lumbungrejo. Menggunakan desain penelitian pra eksperimental dengan rancangan *one group pre test-post test*, penelitian ini melibatkan seluruh kader posyandu di Desa Lumbungrejo (n=30). Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign test menunjukkan perbedaan bermakna terkait pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan, dengan *p value* (0,000) < 0,005. Metode *make a match* terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam penggunaan buku KIA.
Pelatihan dengan menggunakan metode *make a match* efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader dalam menggunakan buku KIA dengan p value < 0,05.Peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam penggunaan buku KIA dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di posyandu.Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran kooperatif seperti *make a match* direkomendasikan untuk pelatihan kader posyandu guna meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kesehatan.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, beberapa rekomendasi penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas metode *make a match* dalam meningkatkan keterampilan kader posyandu, bukan hanya pengetahuan, melalui observasi langsung terhadap praktik penggunaan buku KIA dalam kegiatan posyandu. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain yang lebih kuat, seperti randomized controlled trial, dapat dilakukan untuk menguji efektivitas jangka panjang dari pelatihan metode *make a match* terhadap perubahan perilaku kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi penerapan metode *make a match* dalam pelatihan kader posyandu, termasuk persepsi kader terhadap metode tersebut dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya di berbagai wilayah dengan karakteristik yang berbeda.
| File size | 190.77 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Namun, keterbatasan pemahaman kader terhadap aspek-aspek tumbuh kembang dan alat bantu seperti KPSP dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan tugas tersebut.Namun, keterbatasan pemahaman kader terhadap aspek-aspek tumbuh kembang dan alat bantu seperti KPSP dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan tugas tersebut.
JQWHJQWH Penelitian dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung pada bulan November sampai dengan Desember 2016 dengan menggunakan instrument penilaian nyeriPenelitian dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung pada bulan November sampai dengan Desember 2016 dengan menggunakan instrument penilaian nyeri
JQWHJQWH Pihak puskesmas harus selalu melakukan tugas sebagai pendidik masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan ANC terpadu dengan menggerakkan kadernya secaraPihak puskesmas harus selalu melakukan tugas sebagai pendidik masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan ANC terpadu dengan menggerakkan kadernya secara
JQWHJQWH (2-tailed) 0,000, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga terdapat pengaruh metode demonstrasi terhadap implementasi keterampilan lab pemeriksaan(2-tailed) 0,000, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga terdapat pengaruh metode demonstrasi terhadap implementasi keterampilan lab pemeriksaan
JQWHJQWH Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup, yaitu 25 responden (56,8%), sebagian besar responden memiliki persepsi negatif,Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup, yaitu 25 responden (56,8%), sebagian besar responden memiliki persepsi negatif,
JQWHJQWH Banyak program kesehatan yang diadakan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satu upaya efektif adalah pemberdayaan masyarakat. TujuanBanyak program kesehatan yang diadakan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satu upaya efektif adalah pemberdayaan masyarakat. Tujuan
JQWHJQWH Terdapat perbedaan pengetahuan terkait seksualitas yang bermakna pada kelompok yang diintervensi berupa pendidikan seksual dengan metode diskusi kelompokTerdapat perbedaan pengetahuan terkait seksualitas yang bermakna pada kelompok yang diintervensi berupa pendidikan seksual dengan metode diskusi kelompok
JQWHJQWH Oleh karena itu perlu adanya peningkatan pelayanan kebidanan terutama continuity of care kepada ibu mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baruOleh karena itu perlu adanya peningkatan pelayanan kebidanan terutama continuity of care kepada ibu mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Pruritus uremik adalah gejala yang sering muncul dan mengganggu pada pasien penyakit ginjal kronik (CKD) yang menjalani terapi hemodialisis. Gejala iniPruritus uremik adalah gejala yang sering muncul dan mengganggu pada pasien penyakit ginjal kronik (CKD) yang menjalani terapi hemodialisis. Gejala ini
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Kesimpulan: Hasil ini mendukung bahwa SEFT efektif menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan olehKesimpulan: Hasil ini mendukung bahwa SEFT efektif menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan oleh
JQWHJQWH Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi ini adalah Ibu yang mempunyai Anak usia 0-2 tahun sebanyak 40Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi ini adalah Ibu yang mempunyai Anak usia 0-2 tahun sebanyak 40
JQWHJQWH Berdasarkan penelitian mengenai efektivitas pijat bayi terhadap perubahan berat badan bayi berusia 3-6 bulan di Posyandu Deho, wilayah kerja PuskesmasBerdasarkan penelitian mengenai efektivitas pijat bayi terhadap perubahan berat badan bayi berusia 3-6 bulan di Posyandu Deho, wilayah kerja Puskesmas