STFXAMBONSTFXAMBON
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonArtikel ini bertujuan untuk mempresentasikan kekhususan personalisme Karol Wojtyła. Personalisme yang dikembangkan oleh Wojtyła adalah personalisme substantial. Dalam personalismenya, ia memadukan pendekatan metafisika dan fenomenologi. Melalui kedua pendekatan ini ditemukan bahwa manusia adalah suppostium sekaligus sebagai personal being (pengada personal). Kekhususan dari manusia sebagai personal being yaitu ia menjadi sumber atau subjek dari eksistensinya dan semua bentuk dinamisme (apa yang terjadi pada manusia dan tindakan sadar) yang pantas bagi manusia. Person tidak hanya sebagai subjek dalam arti objektif, dalam ranah metafisika, tetapi juga subjek dalam arti subjektif atau subjek dari pengalaman, dalam ranah fenomenologi, dimana ia menyadari dan mengalami dirinya sebagai subjek dan objek. Dan secara khusus dalam dan melalui tindakan sadar, sebagai dinamisme khas person, ditampakkan nilai personalistik, dimana dalam dan melalui tindakan ia memenuhi dirinya dalam arti moral sebagai seorang yang baik atau jahat.
Personalisme Wojtyła memiliki kekhasan yang dapat ditelusuri akarnya pada personalisme thomistik yang dilengkapi dengan fenomenologi.Dengan perpaduan pendekatan ini, ia mendasarkan konsep person dari pengalaman manusia dan pencarian kebenaran manusia dalam pengalaman.Personalismenya juga terbuka dalam kontak dan diskusi dengan tren-tren filsafat modern dan kontemporer, ilmu pengetahuan, dan teologi sebagai upaya untuk memahami manusia secara komprensif sehingga tidak jatuh dalam pereduksian konsep manusia.Selain itu, personalisme Wojtyła tidak hanya terkait gagasan atau teori tetapi juga terkait aspek praksis, karena terutama bingkai antropologi dan etika.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan konsep personalisme Wojtyła dalam konteks etika modern, terutama dalam menghadapi tantangan moral di era digital. Selain itu, penting untuk membandingkan pendekatan personalisme thomistik dengan aliran filsafat kontemporer seperti eksistensialisme atau postmodernisme untuk melihat relevansinya dalam memahami hak asasi manusia. Terakhir, penelitian bisa fokus pada peran kesadaran dalam membentuk identitas manusia sebagai person, dengan menggabungkan perspektif neurosains dan filsafat untuk menjelaskan dinamika antara tubuh, jiwa, dan tindakan sadar.
| File size | 1.03 MB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB 22:13; Mal. 3:5), afirmasi Yesus bahwa pekerja layak mendapat upahnya (Luk. 10:7), dan instruksi Paulus tentang kompensasi pekerja gereja (1Tim. 5:17-18).22:13; Mal. 3:5), afirmasi Yesus bahwa pekerja layak mendapat upahnya (Luk. 10:7), dan instruksi Paulus tentang kompensasi pekerja gereja (1Tim. 5:17-18).
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Identitas Kristen bukan sekadar status teologis, melainkan realitas eksistensial yang menuntut integrasi antara iman dan kehidupan. Dengan menelaah strukturIdentitas Kristen bukan sekadar status teologis, melainkan realitas eksistensial yang menuntut integrasi antara iman dan kehidupan. Dengan menelaah struktur
STT GKESTT GKE Pelayanan ini mencerminkan pendekatan kesehatan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual. Selain itu, peran gereja juga mendukungPelayanan ini mencerminkan pendekatan kesehatan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual. Selain itu, peran gereja juga mendukung
STT SUSTT SU Esensi ini perlu ditanamkan dalam pola pelayanan gereja melalui pendidikan di dalam gereja yang diperuntukan bagi kaum awam, sehingga gereja bukan lagiEsensi ini perlu ditanamkan dalam pola pelayanan gereja melalui pendidikan di dalam gereja yang diperuntukan bagi kaum awam, sehingga gereja bukan lagi
STT SUSTT SU Artikel ini membahas tentang gereja sehat dengan penatalayanan gereja yang profesional. Ryan Bolger menyatakan bahwa, “Gereja harus tetap tegak dan memberikanArtikel ini membahas tentang gereja sehat dengan penatalayanan gereja yang profesional. Ryan Bolger menyatakan bahwa, “Gereja harus tetap tegak dan memberikan
STT SUSTT SU Kepemimpinan dari tokoh-tokoh Alkitab layak untuk diteladani. Keberhasilan mereka layak dijadikan contoh, kegagalan mereka layak dijadikan awasan. SaulKepemimpinan dari tokoh-tokoh Alkitab layak untuk diteladani. Keberhasilan mereka layak dijadikan contoh, kegagalan mereka layak dijadikan awasan. Saul
STT SUSTT SU Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakter cinta damai merupakan upaya mewujudkan gereja yang sehat. Fakta yang terjadi di dalam jemaat bahwa adanyaHasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakter cinta damai merupakan upaya mewujudkan gereja yang sehat. Fakta yang terjadi di dalam jemaat bahwa adanya
STT SUSTT SU Melalui tulisan ini dapat disimpulkan bahwa upaya untuk memaknai kata huperetes dalam I Korintus 4. 1a dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkanMelalui tulisan ini dapat disimpulkan bahwa upaya untuk memaknai kata huperetes dalam I Korintus 4. 1a dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Desain penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Sebanyak 285 siswaDesain penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Sebanyak 285 siswa
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Analisis statistik menghasilkan nilai p = 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kesiapan sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi menstruasiAnalisis statistik menghasilkan nilai p = 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kesiapan sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi menstruasi
JQWHJQWH 05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman jahe merah hangat berpengaruh terhadap nyeri persalinan kala I. Sebagian besar ibu bersalin mengalami05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman jahe merah hangat berpengaruh terhadap nyeri persalinan kala I. Sebagian besar ibu bersalin mengalami
JQWHJQWH Untuk mengetahui keeratan hubungan digunakan Contingency Coefficient. Populasi penelitian adalah seluruh bidan yang menyelenggarakan praktik mandiri bidanUntuk mengetahui keeratan hubungan digunakan Contingency Coefficient. Populasi penelitian adalah seluruh bidan yang menyelenggarakan praktik mandiri bidan