169169
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPenelitian ini menganalisis estetika Kawih Wanda Anyaran karya Mang Koko melalui lensa Estetika Paradoks sebagaimana yang diartikulasikan oleh Jakob Sumardjo. Estetika Paradoks menyatakan bahwa daya tarik seni Nusantara muncul dari ketegangan antara dua aspek yang tampak bertentangan namun pada akhirnya menyatu menjadi harmoni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi untuk menganalisis unsur lirik, musik, dan konteks sosial Kawih Wanda Anyaran. Hasilnya mengidentifikasi empat jenis paradoks utama: tradisi–modernitas, kesederhanaan–kompleksitas, individualitas–kolektivitas, dan rasionalitas–emosionalitas. Paradoks-paradoks ini membentuk dasar artistik yang unik, karena Mang Koko dengan cekatan menampilkan inovasi musik sambil tetap berakar kuat pada tradisi budaya Sunda. Kawih Wanda Anyaran meng exemplifyasikan interaksi yang rumit antara seniman, komunitas, dan lingkungan budaya yang melingkupinya. Temuan ini menegaskan bahwa komposisi Mang Koko berfungsi sebagai ekspresi kreativitas musik dan sebagai perwujudan estetika paradoks, yang memiliki signifikansi besar bagi pendidikan seni, pelestarian budaya, dan kemajuan studi karawitan Sunda dalam konteks kontemporer dan masa depan. Studi ini memberikan kontribusi konseptual untuk memahami bagaimana estetika paradoks dapat berfungsi sebagai kerangka kerja untuk menafsirkan komposisi musik tradisional dan menyajikan jalan bagi penelitian tambahan tentang perubahan estetika dalam Seni Nusantara.
Kawih Wanda Anyaran karya Mang Koko menampilkan estetika paradoks yang khas, di mana kesinambungan tradisi terjalin dengan inovasi musik dan tematik melalui manipulasi laras, surupan, struktur ritmis, dan ornamen sekar, menciptakan karya yang simultan sederhana dan kompleks, rasional dan emosional, serta individual dan kolektif.Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan gaya musik yang segar dan relevan secara kontekstual, tetapi juga memposisikan Kawih Wanda Anyaran sebagai media pendidikan, refleksi sosial, dan penguatan identitas budaya Sunda.Keberhasilan ini mengukuhkan kemampuan Mang Koko dalam melestarikan akar tradisi sekaligus membuka ruang bagi modernitas dan inovasi artistik, menjadikannya pelopor yang mencapai keseimbangan antara konservasi budaya dan ekspresi kreatif.
Mengingat kekayaan estetika paradoks dalam Kawih Wanda Anyaran karya Mang Koko, penelitian di masa mendatang dapat memperluas cakupan analisis ke berbagai genre seni Nusantara lainnya. Penting untuk menelusuri bagaimana prinsip-prinsip paradoks, seperti perpaduan tradisi dan modernitas atau kesederhanaan dan kompleksitas, termanifestasi dalam karya seniman tradisional dan kontemporer di luar karawitan Sunda. Misalnya, studi komparatif dapat menginvestigasi apakah ada pola estetika paradoks yang serupa atau berbeda dalam seni musik gamelan Jawa, seni tari Bali, atau bahkan sastra daerah lainnya, untuk mengidentifikasi kekhasan lokal dan universalitas fenomena ini. Selain itu, karena penelitian ini menyoroti peran Kawih Wanda Anyaran sebagai media pendidikan dan refleksi sosial, sebuah arah studi yang menjanjikan adalah mengevaluasi secara empiris dampak pedagogisnya. Bagaimana efektivitas Kawih Wanda Anyaran dalam menanamkan nilai-nilai budaya, moral, dan historis pada generasi muda di lingkungan pendidikan formal maupun informal? Hal ini dapat melibatkan survei persepsi siswa dan guru, serta analisis kurikulum untuk integrasi yang lebih optimal. Selanjutnya, dengan mempertimbangkan kemajuan teknologi, penelitian dapat menjajaki potensi digitalisasi dan penggunaan teknologi interaktif untuk memperluas jangkauan dan pemahaman terhadap estetika paradoks Mang Koko. Bagaimana platform digital, seperti aplikasi pembelajaran atau arsip audio-visual interaktif, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan apresiasi publik, memfasilitasi studi mendalam, dan bahkan menginspirasi inovasi musikal baru yang tetap berakar pada tradisi Sunda, sekaligus relevan dengan konteks global yang terus berkembang? Ini akan membantu menjaga relevansi karawitan Sunda sebagai warisan budaya yang hidup dan dinamis.
| File size | 386.53 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIPASBYUNIPASBY Oleh karena itu, Munggah Molo bukan hanya sebuah ritual, tetapi mengandung makna yang dalam tentang hubungan leluhur, kehidupan sosial yang harmonis, danOleh karena itu, Munggah Molo bukan hanya sebuah ritual, tetapi mengandung makna yang dalam tentang hubungan leluhur, kehidupan sosial yang harmonis, dan
OJSOJS Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, yakni menghimpun dan menelaah berbagai referensi yang relevan sertaPendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, yakni menghimpun dan menelaah berbagai referensi yang relevan serta
OJSOJS Dalam pendidikan agama Islam (PAI), guru harus berubah untuk menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, efektif, dan relevan bagi generasi digital sambilDalam pendidikan agama Islam (PAI), guru harus berubah untuk menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, efektif, dan relevan bagi generasi digital sambil
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Empat tema utama muncul: (1) tantangan akses dan infrastruktur (32 % dari 3. 456 referensi terkode), (2) keterlibatan pemangku kepentingan yang beragamEmpat tema utama muncul: (1) tantangan akses dan infrastruktur (32 % dari 3. 456 referensi terkode), (2) keterlibatan pemangku kepentingan yang beragam
UMNUMN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flip-book dan pop-up book dalam meningkatkan cinta keberagaman budayaBerdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flip-book dan pop-up book dalam meningkatkan cinta keberagaman budaya
UMNUMN Program pengabdian masyarakat yang melibatkan kolaborasi antara Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah dan Universiti Sains Malaysia berhasil mengumpulkan,Program pengabdian masyarakat yang melibatkan kolaborasi antara Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah dan Universiti Sains Malaysia berhasil mengumpulkan,
169169 Makna simbol yang belum terpublikasi menjadi dasar penulisan artikel ini. Wawancara yang dilakukan sebagai bahan pendukung referensi pencarian makna simbolMakna simbol yang belum terpublikasi menjadi dasar penulisan artikel ini. Wawancara yang dilakukan sebagai bahan pendukung referensi pencarian makna simbol
PROVISIPROVISI Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar, Laboratorium Rekam Medis membutuhkan fasilitas pendukung, sehingga setiap mahasiswa dapat melakukanUntuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar, Laboratorium Rekam Medis membutuhkan fasilitas pendukung, sehingga setiap mahasiswa dapat melakukan
Useful /
169169 Dalang topeng senantiasa membutuhkan suatu proses dalam mengejawantahkan laku tarian. Tahapan itu meliputi laku spiritual seperti tirakat. Tahapan tersebutDalang topeng senantiasa membutuhkan suatu proses dalam mengejawantahkan laku tarian. Tahapan itu meliputi laku spiritual seperti tirakat. Tahapan tersebut
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage involved aThe research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage involved a
EUREKAEUREKA Tantangan yang dihadapi orang tua milenial dalam memberikan pendidikan seks kepada anak di Kota Makassar meliputi pengaruh media sosial, informasi onlineTantangan yang dihadapi orang tua milenial dalam memberikan pendidikan seks kepada anak di Kota Makassar meliputi pengaruh media sosial, informasi online
PANCASILAPANCASILA Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumenHasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen