169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Penelitian ini menganalisis peran literasi digital dalam merevitalisasi tradisi Perang Tomat di Desa Cikareumbi selama periode pascapandemi. Program ini menggunakan metodologi Participatory Action Research (PAR), melibatkan seniman, pemuda, dan tetua masyarakat dalam pelatihan konten digital terkait branding budaya dan produksi media kreatif. Partisipan dilatih untuk membuat konten budaya dengan ponsel pintar, mengelola akun media sosial, dan menafsirkan ulang platform digital sebagai instrumen representasi budaya. Bukti empiris menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kapasitas digital masyarakat. Wawasan Instagram untuk akun “Mekar Budaya Lembang yang baru didirikan menunjukkan 3.299 tampilan dan 128 interaksi selama satu bulan, dengan 61,3% penonton diklasifikasikan sebagai non-pengikut. Selanjutnya, 85% partisipan menunjukkan kemahiran dalam pembuatan konten, 78% memperoleh keterampilan untuk manajemen media independen, dan 60% memahami prinsip-prinsip branding budaya. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital memungkinkan individu untuk menceritakan kisah-kisah dalam komunitas mereka dan meningkatkan visibilitas Perang Tomat di luar konteks lokalnya. Studi ini menyimpulkan bahwa literasi digital berfungsi sebagai keterampilan teknis dan strategi budaya, meningkatkan agensi masyarakat dan mempromosikan keberlanjutan budaya. Model pemberdayaan digital berbasis komunitas ini menyediakan kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk promosi warisan takbenda dalam konteks yang dimediasi secara digital.

Studi ini menunjukkan bahwa literasi digital berfungsi sebagai strategi budaya transformatif untuk merevitalisasi tradisi lokal di era pascapandemi, berhasil menjembatani pelestarian budaya dan adaptasi teknologi melalui pemberdayaan komunitas.Keterlibatan digital berbasis komunitas terbukti mendorong ketahanan budaya dan keberlanjutan kreatif, memungkinkan Perang Tomat menjangkau audiens global sambil mempertahankan nilai-nilai otentik.Oleh karena itu, pelestarian warisan budaya di abad ke-21 memerlukan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan tradisi, kreativitas, teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman kita mengenai dampak jangka panjang dari program literasi digital ini. Misalnya, akan sangat menarik untuk mengamati bagaimana tingkat partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, serta visibilitas Festival Perang Tomat berkembang setelah satu hingga tiga tahun pasca pelatihan awal. Pertanyaan penelitian bisa mencakup apakah keterampilan digital yang telah diajarkan tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang cepat, dan bagaimana komunitas secara mandiri mengatasi tantangan baru dalam mempertahankan representasi digital otentik dari warisan budaya mereka tanpa dukungan intervensi eksternal yang berkelanjutan. Selain itu, aspek ekonomi kreatif yang muncul dari inisiatif ini juga memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Studi mendatang dapat mengukur secara kuantitatif kontribusi ekonomi nyata dari konten digital dan produk budaya yang dihasilkan komunitas, seperti potensi monetisasi melalui platform online atau peningkatan jumlah wisatawan yang tertarik karena promosi digital yang efektif, serta bagaimana pendapatan ini didistribusikan di antara anggota komunitas. Akhirnya, karena model pemberdayaan digital ini diklaim dapat direplikasi, penelitian komparatif di berbagai komunitas dengan warisan budaya takbenda yang beragam akan sangat berharga. Ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor penyesuaian yang diperlukan untuk mengadaptasi strategi literasi digital agar sesuai dengan konteks lokal yang berbeda, termasuk tingkat kesiapan digital yang bervariasi dan jenis warisan budaya yang spesifik, sehingga dapat membangun kerangka kerja pemberdayaan yang lebih kuat dan fleksibel secara universal.

  1. Traditional Sundanese Music as a Medium for Environmental Advocacy: A Case Study of the Song Kuring Leungiteun... doi.org/10.24821/resital.v26i1.15316Traditional Sundanese Music as a Medium for Environmental Advocacy A Case Study of the Song Kuring Leungiteun doi 10 24821 resital v26i1 15316
  2. The Adult Learner | The Definitive Classic in Adult Education and Huma. adult learner definitive classic... doi.org/10.4324/9780429299612The Adult Learner The Definitive Classic in Adult Education and Huma adult learner definitive classic doi 10 4324 9780429299612
  3. Advocating for The Sustainability of Semai Indigenous Music Through The Collaborative Creation of New... doi.org/10.15294/harmonia.v21i1.28715Advocating for The Sustainability of Semai Indigenous Music Through The Collaborative Creation of New doi 10 15294 harmonia v21i1 28715
  4. Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong... doi.org/10.56873/jimik.v8i2.472Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong doi 10 56873 jimik v8i2 472
  5. Revitalisasi Nilai-Nilai Budaya: Memperkuat Jati Diri dan Ketahanan Budaya Lokal Melalui e-book Sejarah... journal.ugm.ac.id/jkn/article/view/101999Revitalisasi Nilai Nilai Budaya Memperkuat Jati Diri dan Ketahanan Budaya Lokal Melalui e book Sejarah journal ugm ac jkn article view 101999
Read online
File size652.54 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test