169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Lusheng, sebuah alat musik tiup bambu tradisional Tiongkok, terutama terdapat di Tiongkok bagian barat daya, tempat tinggal minoritas etnis. Di Guangxi, alat musik ini memiliki berbagai bentuk. Misalnya, Sanjiang memiliki lusheng enam pipa, Rongshui memiliki lusheng lima belas pipa, dan Longlin memiliki contoh yang sangat besar setinggi enam meter. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari sepuluh jenis lusheng dengan tinggi bervariasi dari 30 cm hingga 6 meter. Lusheng telah berkembang melampaui fungsinya sebagai alat musik dan menjadi lambang spiritual bagi komunitas Dong, Miao, Yao, dan etnis lainnya. Pada acara seperti Tahun Baru Miao, Pertemuan Lereng, dan Festival Pan Wang, nada yang menggema dari lusheng menjadi fanfar upacara dan repositori memori kolektif. Sistem pertunjukan menunjukkan dimensi yang luas. Komposisi solo seperti Tarian Burung Merak Emas menunjukkan kehalusan yang luar biasa; versi unison oleh beberapa musisi menghasilkan resonansi yang dalam; dan yang paling menarik secara visual adalah lusheng caitang, di mana ratusan penampil mengelilingi drum perunggu dalam koreografi yang terkoordinasi. Adat tayao Dinasti Song sepenuhnya terjaga dalam tarian Duoye etnis Dong di Sanjiang dan festival Pertemuan Lereng Miao di Rongshui. Lusheng mengandung kode budaya, dengan nada yang mengekspresikan perkenalan, menceritakan epik etnis, dan memungkinkan duel suara kompetitif. Pipa bambu ini menciptakan sistem bahasa non-verbal, meningkatkan signifikansi alat musik dalam tiga cara: sebagai alat ritual untuk kontak spiritual, arsip sejarah hidup, dan media untuk keterlibatan sosial.

Guangxi, sebagai tempat di mana lusheng berkembang selama berabad-abad, membawa budaya lusheng yang beragam dan multi-dimensi.Musik lusheng Guangxi memiliki gaya dan kesatuan sendiri, yang merupakan bagian esensial dari budaya musik di mana instrumen tiup bebas menjadi fokus.Namun, masih banyak aspek yang menunggu penjelajahan lebih lanjut.

Untuk penelitian lanjutan, kita dapat mengusulkan studi komparatif antara lusheng Guangxi dan tradisi musik tiup bambu lainnya di Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana lusheng Guangxi telah berevolusi dan mempertahankan identitasnya dalam konteks budaya yang lebih luas. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran lusheng dalam membangun identitas etnis dan memelihara warisan budaya di antara kelompok minoritas di Guangxi. Akhirnya, studi dapat menganalisis bagaimana lusheng telah menjadi simbol lintas etnis dan bagaimana hal itu memfasilitasi dialog dan pemahaman antara kelompok etnis yang berbeda di wilayah tersebut.

Read online
File size684.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test