LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengekangan dan penulangan lentur pada benda uji kubus longitudinal dan silinder. Pengaturan tulangan longitudinal dan transversal sangat mempengaruhi kekuatan dan daktilitas suatu bangunan, terutama dalam menahan variasi pembebanan. Pengujian dilakukan setelah benda uji mencapai umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton dengan sengkang jarak 5 cm adalah 305,19 kg/cm² (kubus 15×15×15 cm), 236,84 kg/cm² (kubus 20×20×20 cm), dan 286,50 kg/cm² (silinder 15×30 cm). Pada sengkang jarak 10 cm, kuat tekan beton menurun menjadi 247,41 kg/cm², 186,84 kg/cm², dan 252,39 kg/cm² untuk masing-masing ukuran benda uji yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pengekangan dan penulangan lebih signifikan pada benda uji silinder, yang lebih representatif untuk aplikasi struktur beton bertulang di lapangan.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada benda uji kubus dan silinder dengan variasi tulangan lentur dan sengkang dengan jarak sengkang 50 mm, 100 mm dan benda uji tanpa sengkang dapat disimpulkan bahwa.1) Pengaruh pengekangan terhadap benda uji kubus dan silinder dengan jarak sengkang 5 cm dan 10 cm yang mempengaruhi beban maksimum dan nilai kuat tekannya, semakin rapat jarak antar sengkang maka nilai beban maksimum semakin besar, kuat tekan maksimum juga semakin besar.Pengekangan juga meningkatkan kuat tekan beton dengan mencegah keretakan lateral dan memberikan dukungan ekstra pada beton yang mengalami beban tekan.2) Pengaruh penulangan lentur terhadap benda uji kubus dan silinder dengan jarak sengkang 5 cm yang mempengaruhi kenaikan beban maksimum dan nilai kuat tekannya terhadap beton tanpa tulangan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis material agregat pada kuat tekan beton dengan variasi pengekangan dan penulangan, mengingat penggunaan material daur ulang semakin meningkat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis perilaku beton bertulang dengan kombinasi penulangan lentur dan serat basalt, untuk mengetahui potensi peningkatan kekuatan dan daktilitas struktur. Ketiga, perlu dilakukan studi numerik untuk memodelkan perilaku beton bertulang dengan penulangan lentur dan pengekangan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme deformasi dan kegagalan struktur.

  1. Pengaruh Pengekangan dan Penulangan Lentur terhadap Kuat Tekan Beton pada Benda Uji Kubus dan Silinder... doi.org/10.20527/bpi.v7i2.237Pengaruh Pengekangan dan Penulangan Lentur terhadap Kuat Tekan Beton pada Benda Uji Kubus dan Silinder doi 10 20527 bpi v7i2 237
Read online
File size465.21 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test