JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Latar belakang: Jumlah pasangan usia subur (PUS) di bawah 20 tahun yang memiliki minat untuk menunda kehamilan berisiko masih rendah, serta kurangnya informasi yang lengkap dalam memberikan konseling kesehatan prapernikahan kepada pasangan usia subur (EFA) di bawah 20 tahun mengenai dampak kehamilan berisiko, yaitu terjadinya berat badan lahir rendah, risiko kematian ibu dan bayi, serta risiko kelainan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian konseling kesehatan prapernikahan terhadap minat menunda kehamilan berisiko pada pasangan calon usia subur di bawah 20 tahun di KUA, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan desain one-group pre-test-post-test. Sampel penelitian ini adalah beberapa pasangan calon usia subur di bawah 20 tahun di KUA, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur pada bulan Mei-Juni 2022, sebanyak 12 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat signifikan = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 responden sebelum diberikan konseling kesehatan prapernikahan memiliki minat rendah menunda kehamilan berisiko sebanyak 9 responden (75,0%) dan setelah diberikan konseling kesehatan prapernikahan memiliki minat sedang menunda kehamilan berisiko sebanyak 7 responden (58,3%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh p = 0,002 <0,05, yang berarti terdapat pengaruh pemberian konseling kesehatan prapernikahan terhadap minat menunda kehamilan berisiko pada pasangan calon usia subur di bawah 20 tahun di KUA, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Terdapat pengaruh pemberian konseling kesehatan prapernikahan terhadap minat menunda kehamilan berisiko pada pasangan calon usia subur di bawah 20 tahun di KUA, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.Penelitian ini menunjukkan pentingnya konseling kesehatan prapernikahan dalam meningkatkan kesadaran dan minat menunda kehamilan berisiko pada kelompok usia muda.Diharapkan KUA juga perlu memberikan dorongan melalui program seperti SusCatin dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan agar pasangan calon usia subur di bawah 20 tahun termotivasi untuk menunda kehamilan guna menghindari risiko bagi ibu dan bayi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat menunda kehamilan pada pasangan usia subur di bawah 20 tahun, seperti tingkat pendidikan, dukungan sosial, dan norma budaya. Hal ini penting untuk memahami secara komprehensif determinan perilaku menunda kehamilan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain yang lebih kuat, seperti randomized controlled trial (RCT), dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi konseling kesehatan prapernikahan dalam jangka panjang. RCT akan memberikan bukti yang lebih kuat mengenai dampak konseling terhadap perubahan perilaku dan hasil kesehatan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi pasangan usia subur di bawah 20 tahun mengenai kehamilan dan perencanaan keluarga. Pendekatan kualitatif dapat memberikan wawasan yang berharga untuk merancang intervensi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Read online
File size496.7 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test